Senin, 2 November 2026

Kepungan Kereta dan 1.816 Personel: Penggerebekan Kampung Bahari Lumpuhkan Sindikat Narkotika

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 2 November 2026 | 17:33 WIB
Penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara terkait perkara narkoba. (Instagram.com/@poldametrjaya)
Penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara terkait perkara narkoba. (Instagram.com/@poldametrjaya)
 
NAWACITAPOST.COM — Kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak berubah menjadi medan pengepungan berskala raksasa pada Minggu, 1 November 2026.
 
Sebanyak 1.816 personel gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Korps Brimob, serta Polres Metro Jakarta Utara, bergerak serempak dalam sebuah operasi gabungan mematikan yang menyasar jantung peredaran gelap narkotika di ibu kota.

Operasi ini dirancang dengan presisi taktis tinggi menggunakan metode penyergapan dua arah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tim gabungan pertama melancarkan aksi kejutan luar biasa dengan menaiki delapan gerbong kereta api yang berhenti tepat di jantung zona merah rawan narkotika di sepanjang jalur rel kawasan Kampung Bahari.
 
 
Secara bersamaan, tim kedua bergerak cepat dari arah darat untuk menutup seluruh akses vital di sepanjang Jalan Raya R.E. Martadinata, Tanjung Priok, mengunci setiap jalur pelarian para pelaku sindikat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, menjelaskan bahwa operasi masif ini dilakukan secara kolaboratif dan serentak dari berbagai penjuru untuk memastikan tidak ada celah bagi para pelaku.

“Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” ujar Bismo kepada wartawan di lokasi kejadian.

Kendati telah dikepung ribuan aparat bersenjata lengkap, sindikat di dalam kampung sempat melancarkan aksi perlawanan sengit guna memecah konsentrasi petugas. Namun, kesigapan aparat gabungan membuat taktik pengecoh tersebut berhasil dipatahkan tanpa mengaburkan fokus utama operasi.
 

“Perlawanan itu wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita,” tegas Bismo.

Dari hasil penggerebekan dramatis tersebut, aparat penegak hukum berhasil menciduk 27 orang terduga pelaku yang langsung digelandang untuk pemeriksaan mendalam. Tidak hanya mengamankan puluhan tersangka, penggeledahan di lokasi juga membuahkan hasil fantastis berupa penyitaan barang bukti skala industri.
 
Petugas menyita ratusan gram sabu-sabu, paket ganja, ribuan butir pil ekstasi, serta sebuah mesin pencetak ekstasi yang digunakan untuk memproduksi barang haram secara mandiri di lokasi. Selain itu, turut disita tumpukan uang tunai hasil penjualan narkotika yang ditemukan berdampingan dengan barang bukti ganja.

“Dari lokasi itu berhasil kita amankan sabu, ya. Sabu itu ratusan gram, kemudian ada ganja, kemudian ada ekstasi ribuan butir, ya. Kemudian ada mesin, mesin pencetak ekstasi,” terang Bismo merinci hasil temuan di tempat kejadian perkara.
 

“Uang tunai ada. Hasil jadi satu sama barang bukti ganjanya. Jadi hasil penjualan ditaruh di situ berikut ganjanya, juga dengan uang tunainya,” imbuhnya.

Menyusul keberhasilan operasi besar ini, pihak kepolisian bersama BNN menegaskan bahwa penegakan hukum tidak akan berhenti sampai di sini. Aparat berkomitmen untuk terus memburu bandar-bandar utama yang berada di balik layar serta meratakan lapak-lapak liar yang selama ini beroperasi sebagai zona transaksi gelap.

“Kita akan terus lakukan operasi ini, ya, di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya. Selain itu membongkar lapak juga supaya tidak disalahgunakan,” pungkas Bismo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini