Bahasa yang digunakan memantik tanda tanya besar. Ketika tim awak media meminta kejelasan maksud, identitas, serta keterkaitan dengan kasus pupuk subsidi di Gondang, AD justru bernada menekan.
"Sama2 orang lapangan , masak gak paham bang maksud saya ,,,?? Apalagi panjenengan kan senior.," kata AD.
Saat dijelaskan bahwa tim awak media tidak memahami maksud tersebut dan menyatakan masih junior, AD akhirnya mengaku sebagai oknum media yang telah menjalin “kemitraan”.
"Kulo Njieh oknum awak media bang, yang sudah menjalin kemitraan. Aneh dan lucu kalo tidak paham maksud nya. Trus tujuan panjenengan nulis berita tersebut apa kok bilang tidak paham maksud dan tujuan.," ujarnya.
Ketika kembali didesak untuk menjelaskan dari media mana, domisili, serta kepentingannya dalam perkara tersebut, AD justru mengaitkan dirinya dengan grup komunikasi aparat.
"Di grup TNI polri kita tergabung 1 grup. Dah gini aja pak, panjenengan mau arahnya bagaimana, kemitraan atau tidak ,,,??," imbuhnya.
Baca Juga: Diduga Dijual Diatas HET, Harga Pupuk Subsidi di Gondang Nganjuk Capai Harga Rp200.000
Baru setelah pertanyaan diulang, AD mengaku berdomisili di Kediri dan mengaku bernama inisial AD.
"Di Kediri, atas nama AD, dari media online," terangnya.
Saat diminta menunjukkan media tempatnya bernaung, AD kembali mengarahkan pembicaraan pada tawaran kemitraan dengan nada mendesak.
"Dah gini aja pak, panjenengan mau arahnya bagaimana, kemitraan atau tidak ,,,??, Monggo di jawab, agar bisa segera diselesaikan..," ucap AD.
Setelah link media dikirim dan diverifikasi, tim awak media sempat menanyakan posisi AD dalam struktur redaksi. AD mengakui dirinya menjabat sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Jawa Timur.
"Iya. Trus pripun jawaban saking panjenengan ,,,?? Dan kenapa telepon saya tidak diangkat ,,,??," tanya AD.
Baca Juga: Diduga Dijual Diatas HET, S Akui Jual Pupuk Subsidi Dengan Harga Berikut Ini
Artikel Terkait
Kepala KP2KP Nganjuk Diduga Berbohong, Janji Akan Berikan Notulen Rapat Namun Tak Ditepati
Miris!! Hasil Pesanggem Lebih Kecil Dibandingkan Setoran ke Perum Perhutani KPH Nganjuk
Setoran Dana Sharing Pesanggem Lebih Besar Dibanding Hasil, KPH Nganjuk: Kami Bekerja Sama Dengan LMDH
Dinilai Memuat Unsur Negatif, KPH Nganjuk Sempat Minta Takedown Berita
KPH Nganjuk Sempat Minta Takedown Berita, Doktor Prayogo Laksono Buka Suara