NAWACITAPOST.COM — Gelombang tekanan terhadap kemerdekaan pers kembali mencuat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Kali ini, tekanan itu datang bukan dari pihak yang diberitakan, melainkan justru dari dua oknum yang mengaku wartawan, menyusul terbitnya laporan dugaan penjualan Pupuk Bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di salah satu Desa di Kecamatan Gondang, Nganjuk.
Alih-alih menggunakan mekanisme hak jawab atau klarifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dua oknum wartawan berinisial DC dan AD justru diduga melakukan upaya intervensi langsung kepada tim awak media, mulai dari permintaan takedown berita, hingga tawaran yang dibungkus dengan istilah “kemitraan”.
Baca Juga: Diduga Jual Diatas HET, Harga Pupuk Subsidi di Poktan Guno Sakti Capai Harga Rp150.000
Upaya pertama datang dari akun WhatsApp bernomor 0852-xxxx-4284. Pengirim memperkenalkan diri sebagai DC, mengaku berasal dari Tuban, sekaligus menyebut dirinya keponakan dari S, sosok yang diduga berkaitan langsung dengan distribusi Pupuk Bersubsidi yang disorot dalam pemberitaan.
"Assalamualaikum bapak selamat pagi, Salam kenal nggeh bapak, Saya DC, Dari tuban. Ini saya di kabari om saya apa betul bapak yang up berita terkait pupuk, Petunjuk," tulis DC, pada Jumat (16/1/2026).
Tim awak media menjelaskan bahwa berita tersebut ditulis dan dimuat oleh tiga wartawan. Namun, alih-alih mengklarifikasi substansi pemberitaan, DC justru mengarahkan pembicaraan pada permintaan penghapusan berita.
"La iya bapak ini kita sama sama lapangan bisa kah di texdown," tanya DC.
Ketika ditanya alasan takedown, kapasitas dirinya, serta maksud dari istilah “sama-sama lapangan”, DC akhirnya mengaku juga sebagai wartawan.
Baca Juga: Diduga Kurang Serius Kroscek HET Pupuk Subsidi, Dinas Pertanian Nganjuk Tak Menjelaskan Apapun
"Oalah gak bisa ta, Saya keponakan pak S, Saya juga media bapak, Dari media online, Pean cek BOK redaksi aja," ucap DC kepada wartawan Nawacitapost.com.
Namun, saat tim awak media mencoba mengakses link media yang dimaksud, tautan tersebut tidak dapat diakses. Setelah itu, DC memilih bungkam dan tidak lagi merespons pesan lanjutan.
Belum selesai dengan DC, selang beberapa menit kemudian, tekanan datang dari akun WhatsApp lain bernomor 0823-xxxx-5983, yang belakangan diketahui berinisial AD.
"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, Mau konfirmasi terkait pemberitaan pupuk di Gondang Nganjuk, Panjenengan arah nya ingin kemana ,,,?? Beras atau berkas ,,,??," tulis AD.
Artikel Terkait
Kepala KP2KP Nganjuk Diduga Berbohong, Janji Akan Berikan Notulen Rapat Namun Tak Ditepati
Miris!! Hasil Pesanggem Lebih Kecil Dibandingkan Setoran ke Perum Perhutani KPH Nganjuk
Setoran Dana Sharing Pesanggem Lebih Besar Dibanding Hasil, KPH Nganjuk: Kami Bekerja Sama Dengan LMDH
Dinilai Memuat Unsur Negatif, KPH Nganjuk Sempat Minta Takedown Berita
KPH Nganjuk Sempat Minta Takedown Berita, Doktor Prayogo Laksono Buka Suara