NAWACITAPOST.COM – Ini bukan sekadar kelalaian administrasi. Bukan pula salah hitung petugas lapangan yang lelah. Apa yang terjadi di Kota Padangsidimpuan adalah potret kelam dari sebuah kejahatan kemanusiaan dan korupsi berjamaah yang dirancang secara matang, disepakati di ruang gelap, dan dilindungi sekuat tenaga oleh seluruh pucuk pimpinan kota.
Sebuah fiksi birokrasi yang menyakitkan hati kini terkuak: pimpinan tertinggi kota, wakil rakyat, eksekutor kebijakan, hingga lembaga pengawas yang seharusnya menjadi benteng uang negara, diduga kuat bersatu padu membentuk satu jaringan persekongkolan rahasia. Misi mereka satu: memanipulasi data korban banjir bandang tahun 2025 demi mengantongi ratusan miliar rupiah uang rakyat.
Tragedi Angka Fiktif: Melipatgandakan Penderitaan
Dalam dokumen resmi yang dikirim ke BNPB Pusat, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tertulis angka 1.133 Kepala Keluarga (KK) dinyatakan mengalami “rusak berat total dan tidak layak huni”. Angka inilah yang menjadi senjata ampuh untuk mencairkan dana bantuan pemulihan bernilai fantastis.
Namun, kebohongan tidak pernah absolut. Dalam sebuah rapat tertutup yang bocor, seorang anggota DPRD secara terbuka mengakui fakta pahit: hanya 380 KK yang benar-benar memenuhi syarat.
Baca Juga: Gebrakan Revolusioner SMPN 2 Nganjuk: Perpustakaan Digital Cendekia ARPEDA Resmi Meluncur, Dunia Literasi Kini dalam Genggaman!Artinya, ada 753 data KK yang diduga sengaja diciptakan dari kekosongan—alias fiktif! Lebih dari 66% data dimanipulasi. Selisih inilah yang menjadi mesin ATM instan bagi para pemangku kebijakan, sementara ribuan warga yang rumahnya hancur dibiarkan kedinginan meratapi nasib tanpa bantuan sepeser pun.
Anatomi Persekongkolan: Peran 5 Lembaga dalam Lingkaran Setan
Berdasarkan dokumen internal yang berhasil diakses, keterangan saksi kunci yang bertaruh nyawa, serta verifikasi silang di lapangan, berikut adalah dugaan peran masing-masing aktor dalam skema keji ini:
1. Walikota: Sang Sutradara di Balik Layar
Sebagai pemegang kendali penuh, Walikota diduga kuat memimpin persekongkolan ini sejak awal.
-
Menandatangani dokumen pencairan ratusan miliar menggunakan data palsu, meski memegang laporan rahasia bahwa angka riil hanya 380 KK.
-
Mengeluarkan instruksi lisan di ruang tertutup: “Ikuti angka yang disepakati, jangan banyak bertanya, tutup rapat semua kejanggalan.”
-
Mengancam akan memutasi atau memecat pejabat yang berani membocorkan selisih angka kepada media atau masyarakat.
2. DPRD: Benteng Pengawasan yang Ikut Menikmati
Lembaga yang harusnya membela rakyat justru dituduh melakukan pengkhianatan terbesar.
-
Tetap mengetok palu persetujuan anggaran berdasarkan 1.133 KK meski tahu angka riil hanya 380 KK.
-
Sengaja tidak pernah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan korban bencana agar kedok tidak terbuka.
Artikel Selanjutnya
DPRD Siap Jemput Aspirasi, Alit Jamaludin Minta Warga 'Banjiri' Reses dengan Data Konkret
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Tags
Terkini
Usai Ngamuk Rusak Motor, Sopir Arogan di Bintaro Akhirnya Minta Maaf
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIB Melawan Pembingkaian Media, Saut MT Harahap Layangkan Hak Jawab dan Bantahan Kerusuhan Opini
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIB Padangsidimpuan Menjerit! Adnan Buyung dan Saut MT Bongkar Skandal Rapat Mewah DPRD
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:11 WIB Dugaan Pemborong Mengatur Uang Negara: Misteri Saut MT Harahap Bagi-Bagi Anggaran
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:53 WIB Skandal Ratusan Miliar: Konspirasi Empat Elemen Pemda Padangsidimpuan Manipulasi Bantuan Bencana
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:28 WIB Misteri Bantuan Presiden Rp4 Miliar Padangsidimpuan: Dulu Sebut Diposkan 4 Dinas, Saut Harahap Kini Membelot Jadi Orator Aksi
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIB Hanya Dapat Telur-Kacang Hijau, Korban Bencana Padangsidimpuan Pertanyakan Ratusan Miliar Bantuan
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:41 WIB Dulu Garda Depan Pemko, Kini Saut MT Harahap Pimpin Aksi Unjuk Rasa
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:18 WIB Misteri Senjata Api Polisi: Kejanggalan Memar Tubuh dan Pesan Winda Lorenza Curhat pada Sahabat
Senin, 10 Agustus 2026 | 16:01 WIB Misteri Dana Bantuan Presiden: Korban Banjir Padangsidimpuan Menjerit, Ratusan Miliar Diduga Menguap
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:12 WIB Disahkan Cepat, Pengesahan APBD Padangsidimpuan 2025 Diduga Janggal dan Simpan Misteri
Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:42 WIB Drama Skandal Banjir Padangsidimpuan: Pengesahan APBD 2025 Diduga Jadi Tameng Kebobrokan!
Senin, 3 Agustus 2026 | 19:00 WIB Skandal Padangsidimpuan: Tembok Kebisuan DPRD Tutupi Dugaan Korupsi Bencana Banjir!
Senin, 3 Agustus 2026 | 18:59 WIB Bungkam di Tengah Resah, DPRD Padangsidimpuan Diduga Hindari Jawab Dugaan Korupsi Bencana
Rabu, 29 Juli 2026 | 11:42 WIB Gelar Prestasi Rp474 Miliar, Klarifikasi Bea Cukai Batam Justru Telanjangi Kelemahan Intelijen Kepabeanan
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:40 WIB Heboh di Medsos, Polisi Bantah Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak dan Jasadnya Hilang
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIB Curhat Korban Pencabulan Oknum Guru dan Suaminya saat Bertemu Wali Kota Tanjungbalai: Masih Pengin Sekolah
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:19 WIB Sita Rp474 Miliar, Bea Cukai Batam Ditantang Buka-bukaan Status Hukum Cukong
Jumat, 24 Juli 2026 | 13:24 WIB Dana Hibah dan Bantuan PIP Disorot, Kepala Dinas Pendidikan Padangsidimpuan Didesak Buka Dokumen Pengelolaan Anggaran
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:21 WIB Sandiwara di Balik Tirai Sutra? Dugaan Data Fiktif Korban Banjir Padangsidimpuan Seret Sorotan ke DPRD dan Pemko
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:21 WIB
Artikel Terkait
DPRD Siap Jemput Aspirasi, Alit Jamaludin Minta Warga 'Banjiri' Reses dengan Data Konkret
Musda DPD HIMNI Jawa Tengah Berlangsung Meriah: Gemuruh Aklamasi dan Kobaran Semangat Ono Niha di Bumi Tanah Jawa!
Gejolak SPMB Kota Bekasi 2026: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Desak Reformasi Nyata, Bukan Sekadar Ganti Nama!
DPRD Kota Bekasi Komitmen Kawal Penataan ASN, Rizki Topananda Tekankan Meritokrasi dan Pelayanan Publik
Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara