NAWACITAPOST.COM – Suasana megah dan sarat emosi menyelimuti Gedung Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada Sabtu (4/7/2026). Di bawah saksi bisu gedung bersejarah tersebut, Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Provinsi Jawa Tengah resmi mengukir sejarah baru. Melalui forum Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung dramatis dan penuh energi, Yasozisokhi Zebua, S.H., M.H. secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPD HIMNI Jawa Tengah periode 2026–2030.
Langkah Yasozisokhi menuju kursi kepemimpinan tertinggi ini seolah menjadi puncak dari dedikasi panjangnya. Setelah sukses mengemban amanah sebagai Sekretaris DPD periode 2022–2026 dan menakhodai organisasi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sejak Februari lalu, kini mandat penuh resmi berada di pundaknya. Gemuruh tepuk tangan peserta Musda seolah menegaskan: Yasozisokhi adalah nakhoda yang dinanti.
Pelantikan Sakral dan Konsolidasi Massal
Tak ingin membuang momentum, agenda pemilihan langsung dirangkaikan dengan prosesi pelantikan yang sakral. Wakil Ketua Umum DPP HIMNI, Beesokhi Ndruru, S.H., M.H., bersama Sekjen DPP HIMNI, Otoli Zebua, S.Th., turun langsung memimpin sumpah jabatan pengurus baru.
Gelombang pergerakan HIMNI di Jawa Tengah pun langsung tancap gas. Di bawah komando yang baru, DPD HIMNI Jateng bersama DPP melantik jajaran pengurus DPC HIMNI Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal yang baru saja menyelesaikan musyawarah pembentukan.
Kehadiran para tokoh andalan Ono Niha (anak-anak Nias) dari berbagai penjuru wilayah semakin menegaskan solidnya organisasi ini. Tampak hadir di lokasi:
-
Sozanolo Waruwu (Ketua DPC Kab. Semarang)
-
Fatizamee Waruwu (Ketua DPC Kab. Kendal)
-
Jayadi Lase, S.E., M.M. (Plt Ketua DPC Kota Semarang)
-
Panti Yunus Lase, S.Th. (Plt Ketua DPC Salatiga)
-
Noferintis Tafonao, S.H., M.H. (Plt Ketua DPC Cilacap)
-
Sanubari Hia (Plt Ketua DPC Banyumas)
Panggung Keberagaman: Saat Budaya Nias Membakar Semangat Jawa Tengah
Musda kali ini bukan sekadar forum politik organisasi, melainkan panggung persatuan bangsa. Dukungan mengalir deras dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lewat Badan Kesbangpol, Kepala Ombudsman Perwakilan Jateng, hingga perwakilan Polda Jateng.
Kehadiran Ketua Paguyuban Masyarakat Sulawesi Tenggara dan Ketua Paguyuban Masyarakat Papua menciptakan atmosfer toleransi yang begitu sejuk dan keren, membuktikan bahwa masyarakat Nias mampu menjadi perekat kebhinekaan di Jawa Tengah.
Atmosfer gedung merinding ketika atraksi budaya Sekapur Sirih Khas Nias ditampilkan dengan gagah berani. Puncaknya, seluruh tamu undangan—tanpa sekat suku dan jabatan—melebur menjadi satu, mengentakkan kaki dan menari bersama dalam Tari Maena. Tarian tradisional ini sukses menjadi simbol persatuan yang magis dan membakar semangat seluruh hadirin.
Artikel Selanjutnya
Mengguncang Parlemen, Yasonna Laoly Bakar Semangat Aktivis Mahasiswa: "Ikuti Zaman atau Terlindas!"
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mengguncang Parlemen, Yasonna Laoly Bakar Semangat Aktivis Mahasiswa: "Ikuti Zaman atau Terlindas!"
Priceless! Wamenkeu Suahasil Nazara Tegaskan Kredibilitas Pemimpin Tak Bisa Ditawar
Mengenal Sang Arsitek Kebijakan: Suahasil Nazara, Ekonom Ulung di Jantung Fiskal Indonesia
Skandal Korupsi Berjamaah Padangsidimpuan, Nestapa Korban Banjir di Balik Pesta Pora Penguasa
Masa Depan Padangsidimpuan "Dirampok": Dugaan Skema Korupsi Ratusan Miliar Menggurita dari Dana Bencana hingga Anggaran Pendidikan!