NAWACITAPOST.COM – Di tengah gempuran tren digital yang bikin generasi muda mager, sebuah gerakan keren pembawa perubahan budaya resmi lahir di Kabupaten Bogor. Mengusung semangat menyala “Ngembangken Bakat, Lestariken Budaya”, Sanggar Seni Amor Katresna sukses menggelar grand opening sekaligus evaluasi perdana mereka di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (23/5/2026).
Langkah ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan sebuah aksi nyata untuk menyuntikkan kembali kecintaan seni tradisional ke nadi generasi Z dan Alpha.
Gebrakan Perdana: Dari Sisingaan hingga Ketukan Etnik
Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh energi. Siti Hapsari Pimpinan Sanggar Seni Amor Katresna, mengungkapkan bahwa momentum ini dirayakan dengan unjuk gigi berbagai kesenian khas daerah yang memukau warga.
“Pada kegiatan pembukaan ini, kami menampilkan seni Sisingaan, aksi teatrikal seni bela diri Danur Wendra Silat, serta iringan musik tradisional yang magis dari grup Purba Sora Etnika,” ujar Siti antusias saat ditemui di lokasi acara.
8 Bulan Berjalan, Antusiasme Warga "Pecah"!
Meski baru seumur jagung—sekitar delapan bulan berjalan—sanggar ini langsung mendapat tempat di hati masyarakat. Terbukti, saat ini sudah ada 20 peserta aktif yang bergabung. Uniknya, rentang usia pesertanya sangat luas dan inklusif: mulai dari balita menggemaskan usia 3 tahun hingga kalangan dewasa yang masih punya api semangat menari.
- Fokus Saat Ini: Pelatihan Tari Jaipong yang dinamis dan ekspresif.
- Rencana Masa Depan: Eksplorasi tari dan kesenian dari berbagai belahan Nusantara lainnya.
“Ke depannya pasti akan ada kesenian dan tarian lain dari Nusantara. Pokoknya, materi pembelajaran di sanggar ini akan terus kami lengkapi,” tutur Siti optimistis, seraya berharap sanggar ini bisa jadi wadah positif anak muda untuk mengasah skill seni mereka.
Baca Juga: Sumatera Blackout! Putusnya Jalur Transmisi Picu Kelumpuhan Listrik Massal dari Aceh Hingga Riau
Dukungan Penuh Pemerintah: Selamatkan Budaya yang "Hampir Sirna"
Apresiasi tinggi datang langsung dari Sukardi Kepala Desa Petir. Ia memandang kehadiran Sanggar Amor Katresna sebagai oase strategis di tengah meredupnya minat generasi muda terhadap budaya lokal.
Target Utama Sanggar Amor Katresna
- Menjadi wadah kreatif anak muda Desa Petir dan sekitarnya.
- Menghidupkan kembali kearifan lokal yang hampir punah.
- Menyelaraskan gerakan dengan program pelestarian budaya Provinsi Jawa Barat.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menjaga kelestarian budaya di Desa Petir. Semoga kehadiran wadah ini dapat memotivasi anak-anak yang memiliki potensi untuk menghidupkan kembali budaya yang hampir sirna,” ungkap Sukardi.
Lebih lanjut, Sukardi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas desa guna menyatukan potensi anak-anak muda setempat. Langkah progresif ini dinilai sangat selaras dengan program Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat yang gencar mendorong penguatan kearifan lokal di setiap wilayah.
Baca Juga: Bukan Sekadar Salin Opini, Wenseslaus Manggut: Jurnalis Isu HAM Harus Keluar dan Temukan Fakta!
“Budaya yang ditampilkan hari ini selaras dengan dukungan Pak Gubernur untuk melestarikan kearifan lokal. Kami ingin anak-anak di Desa Petir khususnya, semakin aktif dan berpotensi dalam menghidupkan kembali kebudayaan daerah,” pungkas Sukardi.(Basirun)
Artikel Terkait
Membongkar DNA Telkom University: Kampus Digital Terbaik Indonesia Berpredikat 'Unggul'
Miliaran Dana Korban Bencana Padangsidimpuan Diduga Menguap ke Kantong Pejabat!
Menyokong IKN, UNTAG Samarinda Siap Cetak Inovator Berjiwa Nasionalis dan Entrepreneur
Hanya Apel dan Susu Kotak! Ironi Program Miliaran Rupiah Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor: Di Mana Proteinnya?
Gelar Silaturahmi Strategis, Sekda dan DPRD Siak Komit Fasilitasi Penuh LAN Perangi Narkotika