Jumat, 19 Juni 2026

Menolak Tunduk pada Usia: 900 Lansia Guncang Kota Bekasi!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 19 Juni 2026 | 16:36 WIB

NAWACITAPOST.COM — Gemuruh sorak-sorai dan pancaran energi luar biasa memecah keheningan Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (18/06/2026). Seolah menolak tunduk pada angka dan waktu, sebanyak 900 lanjut usia (lansia) berkumpul dan berkompetisi dalam ajang Lomba Kreasi Lansia. Perhelatan akbar yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah panggung pembuktian bahwa semangat hidup tidak akan pernah pudar ditelan usia senja.

Ruang-ruang kompetisi dipenuhi warna-warni kreativitas dari para peserta yang merupakan perwakilan dari 21 Sekolah Lansia yang tersebar di 12 Kecamatan se-Kota Bekasi. Dengan senyum merekah dan binar mata penuh ambisi positif, para lansia ini mementaskan berbagai kreasi yang memukau, membakar semangat siapapun yang menyaksikannya, dan membalikkan stigma bahwa usia tua identik dengan kepasifan.

Wadah Aktualisasi Diri: Mengubah Senja Menjadi Fajar yang Baru

Program Sekolah Lansia di bawah naungan DPPKB ini hadir sebagai oase. Pemerintah Kota Bekasi secara agresif memberikan perhatian khusus (concern) untuk memastikan bahwa para orang tua dan sesepuh kota tidak kesepian, melainkan tetap berdaya, sehat, aktif, dan bermakna.

Baca Juga: Gandeng Komnas HAM, Wakil Wali Kota Harris Bobihoe Siap Sulap Kota Bekasi Jadi Kota HAM Kece dan Nyaman

"Syukur Alhamdulillah, Pemerintah Kota Bekasi sangat concern dalam hal ini kepada para lansia. Dengan adanya Sekolah Lansia, hal tersebut menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan diri, aktualisasi diri, berkreasi, dan produktif. Semakin banyak kegiatan positif, semakin besar pula potensi kebahagiaan yang mereka dapat," ungkap Kusnanto Saidi Kepala DPPKB, dengan nada bangga dan haru melihat antusiasme peserta.

Melalui ruang interaksi sosial ini, para lansia distimulasi untuk terus mengasah potensi diri. Efeknya luar biasa: kegiatan ini berhasil menjadi motor penggerak psikologis yang meningkatkan kualitas hidup dan memicu hormon kebahagiaan para peserta.

Menuju Ledakan Emosi di Puncak Acara: 3.000 Lansia Siap Menggebrak!

Kemeriahan dan drama kompetisi hari ini ternyata barulah sebuah permulaan dari simfoni yang lebih besar. Energi yang tercipta hari ini akan diakumulasikan menuju Puncak Kejayaan Lansia yang diproyeksikan bakal digelar pada 2 Juli 2026 mendatang.

Gelombang pergerakan ini diprediksi akan berlangsung jauh lebih masif dan spektakuler pada fase berikutnya. Sebagai langkah awal, babak penyisihan yang digelar pada 18 Juni 2026 telah berhasil menyatukan 900 lansia tangguh dari 21 Sekolah Lansia yang tersebar di 12 kecamatan se-Kota Bekasi. Kehadiran ratusan peserta ini membawa energi luar biasa yang membuktikan bahwa semangat juang dan kreativitas di usia senja tidak boleh dipandang sebelah mata.

Baca Juga: Gebrakan Radikal Wali Kota Bekasi! Pangkas Iring-Iringan Dinas, Siap 'Berjejal' di Kabin Hiace Demi Efisiensi Nyata

Namun, ledakan emosi dan kemeriahan yang sesungguhnya baru akan tercipta pada puncak selebrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli 2026 mendatang. Pada acara puncak tersebut, jumlah massa akan melonjak drastis hingga mencapai 3.000 lansia yang siap menggebrak Kota Bekasi. Meski tetap mewakili 21 Sekolah Lansia dari 12 kecamatan yang sama, mobilisasi berskala besar ini dipastikan akan menjadi momentum kolosal sekaligus pembuktian sejarah bahwa usia hanyalah angka di hadapan semangat yang terus menyala.

Puncak acara nanti dirancang untuk menjadi momentum sakral sekaligus selebrasi kolosal. Sebuah pernyataan sikap dari Kota Bekasi kepada dunia bahwa lansia adalah pilar daerah yang dihormati, difasilitasi, dan dirayakan keberadaannya.

Inspirasi Abadi untuk Generasi Muda

Lebih dari sekadar memperebutkan trofi atau penghargaan, esensi dari gerakan dramatis ini adalah transfer energi dan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda. Di tengah gempuran zaman, ketangguhan fisik dan mental yang ditunjukkan oleh 900 lansia ini menjadi tamparan sekaligus motivasi bagi kedewasaan emosional generasi penerus.

Usia terbukti hanyalah deretan angka ilmiah, namun karya dan daya hidup adalah urusan komitmen jiwa.

Baca Juga: Mengorbankan Perut Rakyat Demi Prosedur: 7 Bulan Korban Bencana Tapteng Terlantar, Diwarnai 'Drama Kebohongan' Pejabat Pemkab!

Acara yang berlangsung penuh peluh kebahagiaan dan air mata haru ini ditutup dengan sebuah kalimat pemungkas yang sarat akan makna mendalam dari sang Kepala Dinas:

“Lansia bukan sekadar fase kehidupan, melainkan cermin pengalaman, kebijaksanaan, dan keteladanan yang patut dirayakan," tutup Kusnanto.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini