NAWACITAPOST.COM — Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini tengah menjadi pusaran perhatian publik. Belum terbitnya Surat Keputusan (SK) Sekda definitif dari Pemerintah Pusat memicu riak-riak spekulasi di ruang publik. Menanggapi situasi yang kian hangat ini, pegiat politik kawakan, Iwantonius Miha Njurumana, tampil memberikan sorotan tajam sekaligus menenangkan.
Iwantonius menegaskan bahwa di tengah transisi administratif ini, kepastian hukum dan stabilitas pemerintahan adalah harga mati yang tidak boleh ditawar.
Menjaga Roda Pemerintahan dari "Kekosongan"
Langkah cepat Gubernur NTT yang menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Sekda terhitung mulai 1 Juli 2026 dinilai banyak pihak sebagai penyelamat roda birokrasi agar pelayanan publik tidak lumpuh.
Baca Juga: Jenderal Bintang Satu Terseret Pusaran Korupsi 'Ompreng' Program MBG!
Melihat dinamika tersebut, Iwantonius Miha Njurumana angkat bicara. Ia mengapresiasi langkah taktis menjaga keberlangsungan pemerintahan, namun ia memberikan catatan kritis: seluruh proses pengisian jabatan jantung administrasi ini wajib tegak lurus pada aturan perundang-undangan.
"Jabatan Sekda memiliki peran yang sangat strategis dalam mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Karena itu, proses penetapan pejabat definitif perlu memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga stabilitas birokrasi," ujar Iwantonius Miha Njurumana dengan tegas, pada Jumat (3/7/2026).
Desak Pemerintah Pusat: Akhiri Spekulasi di Ruang Publik!
Bagi Iwantonius, masyarakat NTT butuh kejelasan, bukan asumsi liar. Ia mendesak Pemerintah Pusat untuk bergerak cepat menyelesaikan proses administrasi penerbitan SK Sekda definitif.
Meskipun penunjukan Plh adalah langkah darurat yang tepat demi kesinambungan pelayanan, Iwantonius mengingatkan agar mekanisme transisi ini tidak dibiarkan berlarut-larut.
Baca Juga: Kantor Lurah Sihitang Mangkrak, Jeratan Dugaan Proyek Fiktif Menyeret Nama Wali Kota
"Yang paling utama adalah pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Di sisi lain, kepastian mengenai pejabat definitif juga penting agar birokrasi memiliki arah kepemimpinan yang jelas dalam menjalankan program-program pembangunan," tambahnya.
Seruan Menyejukkan di Tengah Polarisasi Opini
Di akhir pandangannya, pegiat politik yang dikenal visioner ini melemparkan seruan menyejukkan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat NTT untuk menyikapi dinamika politik ini dengan kepala dingin dan objektif, tanpa harus membangun opini yang memperkeruh suasana.
Bagi Iwantonius, perbedaan pandangan adalah bumbu manis demokrasi, namun penghormatan terhadap hukum dan mekanisme administrasi negara harus tetap berada di atas segalanya. Ia berharap sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemprov NTT dapat melahirkan sosok Sekda definitif secara:
-
Transparan
-
Profesional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Artikel Selanjutnya
Mengguncang Parlemen, Yasonna Laoly Bakar Semangat Aktivis Mahasiswa: "Ikuti Zaman atau Terlindas!"
Tags
Terkini
Bivitri Susanti Sebut MK Lempar Bola Panas Impeachment Gibran ke DPR
Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:59 WIB Putusan MK Soal Ijazah Gibran Disorot: Antara Doktrin Hukum dan Peta Politik
Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:58 WIB Analisis Prof Uceng: Vonis MK Soal Ijazah Terancam Ganjal Gibran di Pilpres 2029
Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:58 WIB Pascaputusan MK, Refly Harun Prediksi Gibran Bakal Segera Mundur dari Kursi Wapres
Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:57 WIB Analisis Mahfud MD: Pengumuman Mendadak Pergantian Kapolri Manuver Hindari Ganjalan Politik
Rabu, 7 Oktober 2026 | 12:26 WIB Sinyal Keteladanan Hoegeng: Suyudi Rombak 88 Perwira, Yuddy Bicara Reformasi Internal Polri
Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:53 WIB Update: Ferry Irwandi Datangi Mobil Misterius Diduga Penguntit, Aksinya Berlangsung Dramatis
Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:53 WIB Momen Ganjar Pranowo Bertemu Anies Baswedan di Jogja: Makan Malam Warmah hingga Tawa Lepas
Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:30 WIB Dapur MBG Tak Jalan, Agus Sulistriyono Sentil Mental Pengusaha yang Ogah Rugi
Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:26 WIB Pimpin GTDI Kepri, Pendeta Suarman Lase Tegaskan Pelayanan Bukan Panggung Pribadi
Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:16 WIB CEO Promedia Grup Tagih Janji Kepala Bakom Soal Kesejahteraan Wartawan
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 21:35 WIB Agus Sulistriyono: Berita Paling Tidak Enak Dibaca Justru Selamatkan Program Prabowo
Jumat, 18 September 2026 | 20:36 WIB Tiga Kali Dibekuk KPK, Reintegrasi Fahd El Fouz di Golkar Sorot Integritas Parpol
Kamis, 17 September 2026 | 21:01 WIB Sorotan Integritas Menteri, CEO Promedia Desak Presiden Prabowo Segera Evaluasi Kabinet
Kamis, 17 September 2026 | 21:00 WIB Karier Cemerlang Prof Suahasil Nazara Jadi Menkeu RI, Agustus Gea: Perjuangan Panjang
Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB Manajer Sudah Direkrut, Gedung Sudah Dibangun, Kapan Kopdes Merah Putih Mulai Berbisnis?
Selasa, 15 September 2026 | 16:28 WIB Menantang Kepala BGN Rombak Dapur MBG: Kecilkan Dapur, Perluas Kesempatan Rakyat
Senin, 14 September 2026 | 10:56 WIB Penetapan Gaji Manajer Koperasi Merah Putih: Kompetensi dan Kinerja Harus Jadi Tolok Ukur Utama
Minggu, 13 September 2026 | 19:29 WIB Menuju Akhir Masa Bakti, Ketum dan Sekum Kumpulkan Keluarga Besar HKNB
Sabtu, 12 September 2026 | 20:58 WIB Faigiziduhu Ndruru Gebrak Politik Nasional, Dorong Kader Nias Bekasi Tak Sekadar Penonton
Jumat, 11 September 2026 | 14:18 WIB
Artikel Terkait
Mengguncang Parlemen, Yasonna Laoly Bakar Semangat Aktivis Mahasiswa: "Ikuti Zaman atau Terlindas!"
Priceless! Wamenkeu Suahasil Nazara Tegaskan Kredibilitas Pemimpin Tak Bisa Ditawar
Mengenal Sang Arsitek Kebijakan: Suahasil Nazara, Ekonom Ulung di Jantung Fiskal Indonesia
Skandal Korupsi Berjamaah Padangsidimpuan, Nestapa Korban Banjir di Balik Pesta Pora Penguasa
Masa Depan Padangsidimpuan "Dirampok": Dugaan Skema Korupsi Ratusan Miliar Menggurita dari Dana Bencana hingga Anggaran Pendidikan!