Selasa, 16 Juni 2026

Otoli zebua: Ephorus HKBP Memahami Ajaran Kasih Tuhan Yesus

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 29 April 2026 | 19:05 WIB
Otoli Zebua Komisaris PT Media Nawacita Indonesia  (Sakera Nawacita)
Otoli Zebua Komisaris PT Media Nawacita Indonesia (Sakera Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — Sebuah pemandangan sarat emosi dan makna mendalam tersaji di jantung ibu kota. Di tengah hiruk-pikuk tensi sosial yang terkadang memanas, sebuah simbol kuno dari tanah Batak hadir untuk merajut kembali simpul kebangsaan.

Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, melingkarkan selembar Kain Ulos ke pundak Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). Peristiwa ini bukan sekadar prosesi adat biasa, melainkan sebuah pernyataan sikap yang mengguncang nurani publik: bahwa persaudaraan jauh lebih kuat daripada polemik sesaat.

Simbol Perlindungan bagi Sang Pengayom

Dalam tradisi Batak, "Mengulosi" adalah tindakan sakral. Ia bukan hanya kain tenun, melainkan manifestasi dari kehangatan, perlindungan, dan kasih sayang. Saat kain itu menyentuh bahu JK, suasana seketika berubah hening dan khidmat.

Baca Juga: Benteng Rahasia Nasabah BRI Sorkam Jebol, Data Pribadi Diduga Dijual Bebas

HKBP menegaskan bahwa Jusuf Kalla adalah sosok Tokoh Bangsa yang mengayomi. Ulos tersebut menjadi "perisai kasih" bagi JK, seorang pria yang rambutnya telah memutih demi memikirkan cara menghentikan pertumpahan darah di seantero negeri.

Mengingat Sang Penakluk Badai Konflik

Dramatisme pertemuan ini tak lepas dari rekam jejak JK yang legendaris. Pemberian apresiasi tertinggi ini dilakukan untuk mengenang keberanian JK saat mempertaruhkan segalanya demi memadamkan bara konflik horizontal di masa lalu:

  • Ambon dan Poso: Di mana kedamaian sempat terkoyak oleh luka saudara.
  • Aceh: Di mana puluhan tahun konflik berakhir di meja perundingan.

Ephorus HKBP seolah ingin mengingatkan dunia bahwa bangsa ini berutang budi pada ketenangan dan ketegasan JK dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Baca Juga: Gema Perjuangan Provinsi Kepulauan Nias Kembali Membara, Otoli Zebua: Sudah Saatnya

Meredam Polemik, Merajut Toleransi

Pertemuan ini sekaligus menjadi babak baru dalam mendinginkan suasana terkait isu ceramah yang sempat menjadi polemik hangat di ruang publik. Tanpa perlu banyak kata, kain Ulos itu berbicara lebih keras daripada perdebatan: bahwa dialog adalah kunci, dan maaf adalah jembatan.

"Ulos ini menandakan bahwa kami memandang Pak Jusuf Kalla sebagai mitra abadi dalam membangun perdamaian," tersirat dari sikap takzim pimpinan HKBP tersebut.

Kini, JK tak hanya berdiri sebagai politisi atau mantan wakil presiden, tetapi sebagai saudara bagi jemaat HKBP dan warga Batak. Sebuah pesan kuat dikirimkan dari Jakarta ke seluruh penjuru Nusantara: di bawah balutan Ulos, tak ada lagi sekat, yang ada hanyalah komitmen untuk menjaga Indonesia yang rukun dan bertoleransi.

Pendapat Pendeta Otoli Zebua

Menanggapi peristiwa simbolik tersebut, Pendeta Otoli Zebua yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Media Nawacita Indonesia (MNI), memberikan pandangannya.

Baca Juga: Ditelan Keheningan Laut Lamawohong: Perjuangan Melawan Arus Demi Menemukan Toncefilius

"Apa yang dilakukan oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, merupakan wujud nyata dari ajaran kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus," katanya pada Rabu (29/42026).

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR: Wakil Rakyat Atau Debt Collector Pajak?

Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB