Rabu, 17 Juni 2026

"Benteng" Rahasia Nasabah BRI Sorkam Jebol, Data Pribadi Diduga Dijual Bebas

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 29 April 2026 | 11:28 WIB

NAWACITAPOST.COM — Dunia perbankan nasional kembali diguncang prahara hebat yang meruntuhkan pilar kepercayaan nasabah. Kali ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Sorkam menjadi episentrum skandal setelah diduga kuat melakukan kecerobohan fatal: membocorkan data pribadi dan rincian utang sensitif milik nasabahnya sendiri kepada pihak luar.

Tragedi ini bukan sekadar kebocoran data biasa, melainkan "petaka" hukum yang menghancurkan kehidupan seorang nasabah berinisial BP (Bidol Pasaribu). Akibat rahasia perbankannya berpindah tangan secara ilegal, BP kini terjerat jaring hukum dan dilaporkan ke Polres Tapanuli Tengah oleh pihak lain yang memegang data tersebut.

Tak terima hak asasinya dikangkangi, BP melalui tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Sintek Akba Simanungkalit, S.H. & Rekan resmi melayangkan Somasi ke-3—sebuah gertakan terakhir sebelum "perang" hukum pecah.

Baca Juga: Hadapi Gelombang Green Jobs 2026, Polteknaker Persiapkan Generasi Future-Proof

Kronologi "Malam Gelap" Data Perbankan

Dugaan pengkhianatan terhadap amanah nasabah ini diungkapkan secara gamblang oleh Sintek Akba Simanungkalit, S.H. pada Jumat, (24/4/2026). Menurutnya, kasus ini bermula dari sebuah kejanggalan yang mustahil terjadi tanpa keterlibatan "orang dalam" atau sistem yang bobrok.

Pada tanggal 29 Maret 2023, muncul sebuah bukti transaksi misterius senilai Rp16.203.000,- dengan nomor seri CC 2698917 atas nama BP. Korban bersumpah tidak pernah menyentuh apalagi menandatangani transaksi tersebut. Namun, yang lebih mengerikan, bukti rincian utang dan data privasi tersebut jatuh ke tangan seorang warga berinisial EP.

"Klien kami tidak pernah melakukan transaksi itu. Namun, faktanya data utang dan informasi pribadi klien kami bocor ke pihak luar secara tidak sah. Data inilah yang dijadikan senjata oleh EP untuk melaporkan klien kami ke kepolisian. Ini adalah pembunuhan karakter dan penindasan hak yang dilakukan secara sistematis melalui celah perbankan!" tegas Sintek dengan nada bergetar menahan amarah.

Pimpinan BRI Sorkam "Alergi" Media: Sembunyi di Balik Pintu Terkunci?

Ironis di tengah gencarnya kampanye "Transformasi Digital dan Keamanan Data", pimpinan BRI Unit Sorkam justru menunjukkan sikap yang jauh dari kata profesional. Saat tim kuasa hukum bersama awak media mendatangi kantor tersebut untuk meminta klarifikasi, suasana berubah mencekam dan tertutup. Pimpinan bank seolah "hilang ditelan bumi".

Baca Juga: Skandal Bungkam Massal: Ketika Seluruh Lini Pemerintahan Menutup Pintu Informasi

Upaya konfirmasi selalu terbentur tembok tebal. Seorang petugas keamanan (Satpam) berinisial AS tampak sigap melakukan barikade informasi, mencegah wartawan mendapatkan akses ke manajemen.

"Pimpinan sedang tidak di kantor, lagi keluar," ujar AS memberikan jawaban klise yang terkesan sudah diskenario.

Bahkan untuk sekadar memberikan nomor kontak guna keberimbangan berita, pihak bank menolak keras dengan dalih aturan internal.

"Maaf, memberikan nomor kontak pimpinan di luar kewenangan saya," cetus AS singkat dan dingin.

Sikap "buang badan" dan bungkam seribu bahasa ini memicu kecurigaan publik: Apakah BRI Sorkam merasa kebal hukum, ataukah mereka sedang panik mencari cara menutupi borok di dalam manajemen mereka?

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini