NAWACITAPOST.COM – Di hadapan para calon pemimpin masa depan Kementerian Keuangan, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan sebuah pesan yang menggelegar dan sarat akan makna mendalam. Dalam forum bergengsi Leaders Talk yang menjadi bagian dari program INSPIRA PTUD Plus 2026, Wamenkeu menyoroti satu modal paling sakral dalam kepemimpinan: Kredibilitas.
Bukan sekadar kata hiasan, Suahasil menegaskan bahwa lima nilai utama Kementerian Keuangan—Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan—bukanlah pajangan dinding, melainkan harga mati yang wajib mendarat dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari.
Baca Juga: Belum Usai! Kalah Banding atas Lahan 190 Hektare di Tambang Emas Batang Toru, Parsadaan Siregar Siagian Siap 'Perang' di Tingkat Kasasi"Kredibilitas itu tidak ada harganya, priceless! Sekali Anda dianggap tidak kredibel, membangunnya lagi bisa, tetapi butuh investasi lagi, butuh usaha lagi," tegas Wamenkeu Suahasil dengan nada dramatis, pada Jumat (26/6/2026).
Sinergi atau Mati: Fondasi Utama Sebuah Kebijakan
Dalam paparan yang memukau tersebut, Suahasil membedah anatomi dari sebuah kepercayaan. Menurutnya, kepercayaan publik tidak lahir dari ruang hampa. Ia merupakan buah perkawinan antara integritas yang kokoh, kompetensi yang tajam, dan kemampuan merajut sinergi.
Dengan gaya bicaranya yang lugas, Wamenkeu memberikan peringatan keras mengenai bahaya ego sektoral dalam melahirkan kebijakan.
"Anda itu dipercaya kalau Anda itu melakukan sinergi. Kalau Anda mau melakukan suatu kebijakan tapi nggak sinergi, kebijakan Anda udah duluan nggak dipercaya," ungkapnya di hadapan peserta forum di Jakarta.
Baca Juga: Bea Cukai Sibolga Diduga Tutup Mata Soal Rokok Ilegal, Alasan Anggaran Terbatas Dinilai Menggelikan
Ujian Terbesar Pemimpin: Walk The Talk
Lebih jauh lagi, Suahasil Nazara menantang para calon pemimpin untuk berani mempraktikkan prinsip walk the talk—memastikan bahwa setiap kata yang terucap dari bibir selaras tanpa cela dengan tindakan nyata di lapangan. Ketimpangan antara ucapan dan perbuatan, menurutnya, adalah racun paling mematikan yang akan mengikis kredibilitas hingga tak bersisa.
Kompetensi pun tidak boleh hanya menjadi deretan gelar di atas kertas. Pemimpin Kemenkeu harus mampu membuktikan pemahaman mendalam pada bidang tugasnya, sekaligus cerdas dalam menghubungkannya dengan kepentingan nasional yang lebih luas.
“If you don't walk the talk, lama-lama kredibilitas itu hilang. Kalau Anda bilang bahwa saya ngerti topik saya, Anda harus benar-benar bisa membuktikan dan kemudian meng-connect-kan dengan yang lain,” pungkas Wamenkeu menutup arahannya dengan kuat.
Baca Juga: Gawat..! Gagap Digital di Kursi Birokrasi, Sekda Pesawaran Lempar Bola Anggaran Internet Fantastis!
Melalui narasi ini, Suahasil Nazara kembali menunjukkan kelasnya sebagai mentor sekaligus pemimpin yang menempatkan integritas di atas segalanya demi menjaga marwah finansial negara.
Sumber: Situs Resmi Kemenkeu
Artikel Terkait
Ratusan Miliar Belanja "Di Atas Kertas", PAD Bocor Diduga Ada yang Dilindungi!
Misteri "Ruang Gelap" Anggaran Media Batam: Perwako Kabur, Kominfo Berlindung di Balik Dalih Rahasia Dinas
Fajar Baru Pengelolaan Sampah Modern: DPRD Kota Bekasi Kawal Ketat Lahan PSEL Sumurbatu Menuju Ground Breaking!
Gerbang Rumah Terkunci PKL: Ketika Jeritan Warga Dicueki Satpol PP Padangsidimpuan Berbulan-bulan
Breaking News: Akhir Tragis Derita Sampah Bantargebang dan Mustikajaya, Alimudin Siap Kawal Proyek PSEL Sampai Tuntas!