Surabaya, NAWACITAPOST.COM - Puluhan mobil Mercedes-Benz klasik menyusuri sejumlah kawasan bersejarah di Kota Surabaya pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang digelar Mercedes-Benz Classic Club (MCC) Surabaya itu bukan sekadar touring atau pertemuan komunitas otomotif. Perjalanan bertajuk Merdeka Ride and Family Gathering tersebut menjadi ajang refleksi sejarah sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota.
Rombongan memulai perjalanan dari kawasan Tugu Pahlawan, kemudian melintasi kawasan Kota Lama Surabaya sebelum berhenti di makam Pahlawan Nasional Sutomo atau Bung Tomo di TPU Ngagel Rejo.
Ketua MCC Surabaya Billy Hermanto mengatakan, makam Bung Tomo dipilih karena memiliki kaitan kuat dengan sejarah perjuangan rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Kenapa makam Bung Tomo? Karena Bung Tomo sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Billy.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana bagi anggota komunitas untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan, khususnya Bung Tomo yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
“Oleh karena itu, di momen kemerdekaan ini, kita gunakan untuk mengenang masa-masa perjuangan Bung Tomo. Mereka juga pejuang dari Surabaya,” imbuhnya.
Selain menjadi lokasi yang sarat nilai sejarah, makam Bung Tomo juga dinilai lebih memungkinkan untuk disinggahi rombongan dengan jumlah kendaraan yang cukup banyak.Tiga Dekade MCC Surabaya
Napak tilas kemerdekaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 30 tahun berdirinya MCC Surabaya.Memasuki usia tiga dekade, komunitas pecinta Mercedes-Benz klasik itu memilih merayakan hari jadinya secara sederhana. Kebersamaan dan kekeluargaan antaranggota menjadi hal yang lebih diutamakan.
“Memang kita adakan acara sederhana saja, yang penting kekompakan, lebih guyub member-membernya, terus kami semua saling mengedepankan kekeluargaan,” kata Billy.
Semula, rombongan juga berencana melanjutkan perjalanan menuju makam Wage Rudolf (WR) Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan karena keterbatasan waktu dan pertimbangan lokasi.
“Namun, karena keterbatasan waktu dan pertimbangan lokasi, akhirnya kita cukupkan di sini (Makam Bung Tomo),” pungkasnya.(ibank)