NAWACITAPOST.COM — Di era disrupsi digital yang ditandai dengan meluapnya arus informasi secara cepat dan masif, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menaruh perhatian serius terhadap akurasi komunikasi publik.
Validitas data kini menjadi garda terdepan dalam memitigasi hoaks serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap otoritas pemerintahan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kemasyarakatan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Sidik Mulyono, saat menghadiri sekaligus membuka Forum Rencana Kerja (Renja) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bekasi Kawal Perencanaan Strategis Diskopukm TA 2027
Acara tersebut diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Rabu (25/02/26).
Menghindari Multitafsir Melalui Validitas Data
Dalam arahannya, Sidik Mulyono menekankan bahwa peran Diskominfo bukan sekadar sebagai penyebar berita, melainkan sebagai filter dan verifikator informasi agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat yang heterogen.
“Setiap informasi yang disampaikan harus berbasis data dan hasil riset yang akurat. Dengan begitu, pesan yang diterima masyarakat dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan administratif, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kegaduhan di ruang publik,” tegas Sidik.
Ia menambahkan bahwa kualitas diseminasi informasi mencerminkan profesionalitas pemerintah. Informasi yang prematur atau tidak tervalidasi berisiko merusak kredibilitas program pembangunan yang sedang dijalankan.
Strategi Komunikasi sebagai Mesin Pembangunan
Lebih lanjut, Sidik memaparkan bahwa Diskominfo memiliki posisi strategis sebagai penggerak komunikasi digital. Menurutnya, keberhasilan sebuah program pembangunan tidak hanya diukur dari fisik yang terbangun, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memahami manfaat dan tujuan dari program tersebut.
Baca Juga: Tanpa Ijazah dan Keahlian, Inilah 5 Sektor Jalur Cepat Menghasilkan Uang di Indonesia
Fungsi Strategis Diskominfo dan Output yang Diharapkan:
- Edukasi Publik: Masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah secara utuh.
- Partisipasi Aktif: Mendorong keterlibatan warga dalam menyukseskan program daerah.
- Branding Daerah: Membangun citra positif Kota Depok di level nasional maupun internasional.
- Digitalisasi Layanan: Memastikan akses informasi pembangunan tersampaikan secara merata.
“Diskominfo menjadi salah satu elemen vital dalam ekosistem pembangunan. Tanpa komunikasi yang efektif, berbagai capaian pemerintah akan terkubur oleh kebisingan informasi lain, sehingga masyarakat tidak merasakan kehadiran negara secara optimal,” jelasnya.
Optimalisasi Renja untuk Visi Depok
Melalui Forum Renja ini, Diskominfo diharapkan mampu merumuskan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tren media sosial terkini, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal Kota Depok.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenimipas Terbitkan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi WNA Terdampak
Artikel Terkait
Warga Taman Kayuringin Jaya Tagih Janji Pemerintah, Negara Hadir Atasi Banjir
Mengurai Benang Kusut Pungutan Pupuk Subsidi di Gondang, Negara Hadir atau Membiarkan?
Parkir Liar Merajalela, Dishub Nganjuk Berlindung di Balik Kekosongan Perda
Wamenkop Ajak Gen Z Pulang Kampung, Jadikan KDMP Motor Ekonomi Desa
Transformasi Fungsi Waduk Jakarta dari Pengendali Banjir Menuju Destinasi Ekowisata