Sabtu, 18 Juli 2026

Diduga Dijual Diatas HET, S Akui Jual Pupuk Subsidi Dengan Harga Berikut Ini

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 16 Januari 2026 | 17:26 WIB
Ilustrasi Pupuk Subsidi  (Istimewa)
Ilustrasi Pupuk Subsidi (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Setelah viralnya pemberitaan penjualan Pupuk Bersubsidi di salah satu Desa, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang diduga dijual diatas Harga Ecer Tertinggi (HET), akhirnya S mengakui.

Pengakuan tersebut disampaikan oleh S bahwa dirinya menjual Pupuk Bersubsidi baik Urea maupun NPK Phonska dengan harga Rp150.000 ketika dihubungi tim awak media, melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp, pada Kamis (16/1/2026).

Sebelum mengkonfirmasi perihal harga Pupuk Subsidi, tim awak media menyempatkan untuk bertanya, apakah yang saat ini dihubungi melalui akun WhatsApp dengan nomor 0813-xxxx-8302 adalah S.

Baca Juga: Sorot Pupuk Subsidi yang Diduga Dijual Diatas HET, Ini Komentar Komisi I dan II DPRD Kabupaten Nganjuk

"Enjih, Pak bos pripun, (iya, Pak bos bagaimana red)," ucap S melalui sambungan telepon kepada wartawan Nawacitapost.com.

S juga membenarkan bahwa dirinya menjual Pupuk Bersubsidi jenis Urea dan NPK Phonska yang saat ini dijual dengan harga Rp110.000 untuk Urea, sementara untuk NPK Phonska dijual dengan harga Rp115.000.

"Di akhir tahun, tepatnya bulan November 2025, pada saat Pupuk Subsidi turun, kami juga turun harga ke Rp115.000," kata S.

S mengaku bahwa, sejak awal tahun 2025 hingga Oktober 2025 menjual Pupuk Bersubsidi jenis Urea maupun di NPK Phonska mencapai harga Rp150.0000.

"Nama kios saya inisial PS. Status Saya sekretaris Kelompok Tani (Poktan) BU, untuk ketuanya Pak BN," ujarnya.

Baca Juga: Diduga Kurang Serius Kroscek HET Pupuk Subsidi, Dinas Pertanian Nganjuk Tak Menjelaskan Apapun

Ketika ditanya sejak kapan menjabat sebagai Sekretaris Poktan, S mengatakan bahwa, lupa mulai kapan.

"Mboten wonten SK-ne, kelompok tani nopo wonten SK-ne, namung jiwa sosial to Pak (Tidak ada SK-nya, kelompok tani apakah ada SK-nya, hanya jiwa sosial kok Pak red)," kata S.

Ketika pertanyaan dipertegas lagi sejak kapan dan berapa lama dirinya menjabat sebagai sebagai pengurus Poktan apakah 10 tahun atau 5 tahun, S menjelaskan bahwa kurang lebih 5 tahun.

"Sampun supe kulo, 10 tahun mboten wonten, mungkin nggih 5 tahun, ngapunten mboten sekeco wonten tiyang katah (sudah lupa saya, 10 tahun tidak ada, mungkin ya 5 tahun, maaf tidak enak ini banyak orang red)," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini