Kamis, 9 Juli 2026

Kucing-Kucingan di Pusaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Sibolga Akhirnya "Buka Suara" Setelah Sempat Bungkam!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 9 Juli 2026 | 13:23 WIB
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe C Sibolga, Sumatera Utara  (Tim Media Nawacita)
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe C Sibolga, Sumatera Utara (Tim Media Nawacita)

NAWACITAPOST.COM – Sebuah drama penegakan hukum dan transparansi publik baru saja pecah di Kota Sibolga. Setelah sempat "membisu" dan mengabaikan konfirmasi via WhatsApp dari awak media terkait masifnya peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sibolga akhirnya terdesak untuk buka suara.

Bukan lewat pesan digital, melainkan setelah jurnalis Nawacitapost.com melakukan "geruduk" langsung ke markas mereka pada Rabu (8/7/2026). Audiensi yang berlangsung pun berjalan panas dan penuh nada defensif.

"Kami Tidak Tinggal Diam!" — Pembelaan di Tengah Keterbatasan

Di hadapan awak media, Humas Bea Cukai Sibolga, Sondy Simanullang, langsung menepis tudingan miring bahwa pihaknya "masabodoh" terhadap menjamurnya rokok polos di warung-warung eceran.

Baca Juga: Drama Digital di Pesawaran: Kejari Bidik Dugaan Mark-Up Internet Diskominfo Senilai Rp2 Miliar!

Sondi Simanullang Kasi PLI KPPBC Sibolga ketika ditemui tim awak media (Tim Media Nawacita)


"Kami tidak tinggal diam. Jika ada aduan dalam waktu bersamaan, kami menanganinya dengan skala prioritas, di mana temuan dengan potensi kerugian negara yang lebih besar yang kami dahulukan," tegas Sondy dengan nada tinggi.

Menanggapi sindiran publik yang menilai instansi ini "malas" bergerak, Sondy membongkar dapur internalnya. Ia mengklaim anggaran bukanlah kendala, melainkan krisis personel. Bayangkan, untuk mengawasi wilayah yang begitu luas, mereka hanya dipersenjatai oleh 12 orang petugas lapangan!

Garis Depan yang Bocor: Diintai Balik oleh Sales Rokok Ilegal

Bukan sekadar kurang orang, Sondy juga membeberkan realita lapangan yang dramatis layaknya film spionase. Petugas Bea Cukai ternyata kerap di-intel-i balik oleh para sales rokok ilegal. Pergerakan aparat penegak hukum telah dipetakan oleh sindikat ini.

Baca Juga: Reses DPRD Kota Bekasi Tampung Aspirasi Warga Soal Tawuran Remaja hingga Pos Keamanan Lingkungan

"Pergerakan kita bisa dipantau sama sales-sales itu. Saya pernah di Tarutung, begitu melihat seragam saya, mereka sudah mengatakan, 'teman-teman Anda mengacak-acak toko saya'," ungkap Sondy, menggambarkan betapa bocornya operasi mereka di lapangan.

Efeknya fatal. Penindakan di tingkat pengecer sering kali berakhir "ZONK" alias sia-sia. Baru satu warung digeledah, kabar sudah menyebar bak angin, dan warung-warung lain langsung menyembunyikan barang bukti mereka.

Bahkan, upaya preventif lewat penempelan brosur imbauan hingga ke wilayah Padangsidimpuan berakhir tragis: brosur-brosur negara itu sengaja dicabut dan dibuang oleh pemilik warung yang tidak kooperatif. Mirisnya, saat dipertanyakan payung hukum mengapa brosur negara harus tunduk pada "izin" pemilik warung, pihak Bea Cukai justru memilih bungkam dan menutup diri.

Misteri Data Intelijen yang Dikunci Rapat

Demi menambal keterbatasan personel, Bea Cukai Sibolga mengklaim telah mengoptimalkan tim intelijen dan sukses melancarkan 22 kali operasi pengawasan sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Anggota DPRD Kota Bekasi Luncurkan Program Booth Usaha hingga Tenda Bazar

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini