Pembangunan juga soal:
dari mana uangnya, berapa biayanya, berapa bunganya, siapa yang membayar, dan apakah generasi berikutnya ikut menanggungnya.
Karena itu, Wali Kota Eri Cahyadi dan jajaran Pemkot Surabaya layak menjawab secara terbuka:
1. Dari Rp1,862 triliun piutang pajak, berapa yang realistis dapat ditagih?
2. Berapa target recovery piutang 2026?
3. Berapa piutang PBB-P2 yang aktif dan benar-benar collectible?
4. Siapa 20 penunggak Pajak Reklame terbesar?
5. Berapa Rp57 miliar piutang Pajak Reklame yang sudah berhasil ditagih?
6. Berapa piutang yang berada dalam sengketa?
7. Berapa yang dikoreksi atau dihapus?
8. Mengapa penerimaan pinjaman 2026 direncanakan mencapai Rp1,593 triliun?
9. Berapa total bunga dan biaya pembiayaan selama tenor pinjaman?
10. Mengapa recovery piutang tidak dijadikan salah satu strategi utama untuk mengurangi kebutuhan pinjaman?
Surabaya Jangan Sampai Terjebak Paradoks Fiskal
Surabaya selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan kapasitas fiskal kuat.
APBD 2026 merencanakan PAD sekitar Rp8,199 triliun, dengan pajak daerah sekitar Rp6,696 triliun.