Sabtu, 22 Agustus 2026

Kalau Tunggakan Pajak Bisa Dimaksimalkan, Mengapa Surabaya Harus Berutang?

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:08 WIB

“Berapa target recovery piutang 2026?”

“Berapa biaya penagihan dibandingkan hasil yang diperoleh?”

“Berapa piutang yang secara hukum benar-benar masih dapat ditagih?”

“Apa hubungan antara target recovery piutang dengan kebutuhan pinjaman?”

Kalau pertanyaan-pertanyaan itu belum dijawab, maka pembahasan pinjaman menjadi kurang lengkap.


Pemerintah Harus Membuat “Debt vs Receivable Strategy”

Surabaya sebenarnya membutuhkan strategi fiskal yang lebih berani.

Bukan sekadar:

Pendapatan kurang → pinjam.

Tetapi:

Pendapatan kurang → audit kebocoran → tagih piutang → tingkatkan kepatuhan → optimalkan aset → efisiensi belanja → baru tentukan kebutuhan pinjaman.

Pinjaman seharusnya menjadi salah satu instrumen.

Bukan refleks pertama.


Rp57 Miliar Pajak Reklame Harus Menjadi Ujian

Dan dari semua sektor, Pajak Reklame bisa menjadi salah satu contoh paling mudah untuk diuji.

Karena nilainya sekitar Rp57 miliar.

Pemerintah tinggal menunjukkan:

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini