Jumat, 21 Agustus 2026

Manajemen MNI Melakukan Pertemuan Dengan Ketua Dewan Pembina Perkuat Fondasi Jurnalistik

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:12 WIB
Jajaran manajemen Media Nawacita Indonesia ketika menemui Ketua Dewan Pembina Prof Yasonna Hamonangan Laoly  (Sakera Nawacita)
Jajaran manajemen Media Nawacita Indonesia ketika menemui Ketua Dewan Pembina Prof Yasonna Hamonangan Laoly (Sakera Nawacita)

NAWACITAPOST.COM— Di tengah arus dinamika informasi nasional yang kian melaju deras, sebuah langkah strategis dan syarat makna berlangsung di kediaman Ketua Dewan Pembina PT Media Nawacita Indonesia (MNI), Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, pada Kamis (20/8/2026). Manajemen MNI melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina guna menyatukan visi, memperkokoh integritas, dan menggembleng kualitas kerja seluruh jajaran redaksi hingga lini bisnis demi membawa media ini menuju puncak profesionalisme.

Atmosfer ketegasan dan komitmen tinggi terasa kental sepanjang perbincangan. Pertemuan krusial ini dihadiri langsung oleh jajaran elit MNI, antara lain Komisaris Utama Beesokhi Ndruru, Komisaris Otoli Zebua, Direktur Utama Faigiziduhu Ndruru, Redaktur Pelaksana Tiarsin, serta Fizly Ciputri dari divisi Event Organizer.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly memberikan pembekalan keras dan mendalam. Mantan Menteri Hukum dan HAM ini menegaskan bahwa keberadaan Media Nawacita Indonesia harus bergerak maju dan bernapas di atas pijakan hukum yang kokoh, yaitu Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
 
 
Prof Yasonna Hamonangan Laoly memberikan pembekalan keras dan mendalam kepada jajaran manajemen MNI (Sakera Nawacita)

"Sampaikan kepada seluruh wartawan MNI, baik yang di pusat maupun daerah untuk melakukan kegiatan jurnalistik sesuai dengan amanah undang-undang, maupun kode etik jurnalistik," kata Yasonna.

Tak berhenti di situ, Yasonna menginstruksikan Redaktur Pelaksana agar prinsip-prinsip mendasar pers benar-benar diresapi dan diterapkan hingga ke garis terdepan peliputan.

"Jadi jangan lupa pada BAB II untuk selalu dipegang teguh oleh para wartawan yang bernaung di bawah Media Nawacita Indonesia, supaya ketika melakukan kegiatan jurnalistik bisa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara," ucap Yasonna di sela-sela perbincangan.
 

Instruksi tegas sang Ketua Dewan Pembina langsung disambut dengan kesiapan tanpa keraguan oleh lini redaksi. Tiarsin, Redaktur Pelaksana MNI, menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal perintah tersebut di lapangan.

"Saya siap melaksanakan apapun yang diinstruksikan oleh beliau (Prof Yasonna Hamonangan Laoly red). Apapun arahan, maupun petunjuk serta bimbingan, dari beliau, adalah bekal yang harus dilaksanakan demi perkembangan Media Nawacita Indonesia," kata pria yang akrab disapa Sakera ini.

Dukungan operasional dan profesionalisme pun dipastikan mengalir penuh dari pucuk pimpinan eksekutif. Direktur Utama PT MNI, Faigiziduhu Ndruru, menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para awak media.

"Saya akan terus mendorong para wartawan MNI dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik, sehingga kegiatan para wartawan bisa dilaksanakan secara profesional," terang Faigiziduhu Ndruru.
 

Di sisi lain, nada dramatis dan reflektif dilontarkan oleh Komisaris PT MNI, Otoli Zebua. Ia menganalogikan pesan serta teguran konstruktif dari Ketua Dewan Pembina sebagai ramuan penting bagi kesehatan organisasi.

"Kedengarannya ini memang pahit untuk dilaksanakan, namun apapun arahan dari Pak Ketua Dewan Pembina (Prof Yasonna Hamonangan Laoly red) tetap harus dilaksanakan," tegas Otoli.

Mengunci pertemuan penuh daya tersebut, Komisaris Utama PT MNI, Beesokhi Ndruru, menyampaikan apresiasi mendalam atas fondasi dan visi tajam yang ditanamkan oleh Prof. Yasonna. Ia optimistis bahwa arahan ini menjadi titik balik eksponensial bagi masa depan MNI.

"Dengan bekal ini, kita bisa pastikan ke depannya Media Nawacita Indonesia akan semakin berkembang, dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui melalui pemberitaan-pemberitaan, yang akan ditayangkan secara profesional," pungkas Beesokhi.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini