NAWACITAPOST.COM — Bencana dahsyat yang meluluhlantakkan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ancaman bahaya kian nyata lantaran gempa susulan masih besar dan terus mengguncang kawasan tersebut, melumpuhkan infrastruktur vital dan memicu kehancuran yang kian meluas.
Pasca-gempa utama bermagnitudo (M) 7,7 pada Sabtu (15/8/2026), BMKG mencatat ribuan guncangan susulan yang tak kunjung berhenti. Pada Kamis (20/8/2026), gempa susulan M 5,8 dan M 5,2 kembali menghentak Manggarai. Hingga Kamis sore, tercatat 3.752 aktivitas aftershock dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,2.
Guncangan tiada henti ini membuat Jalur Trans Flores di bagian utara, Manggarai Timur, kini terancam putus total. Kondisi aspal di sekitar Jembatan Dampek retak hebat, pecah, dan terbelah hingga memperlihatkan rongga tanah di bawahnya.
Baca Juga: BEM UI Roasting Spanduk Polwan Ala Rollerblade di Tengah Panasnya Demonstrasi Bundaran HI
“Keadaan Jembatan Dampek, jalan Pantura, Reo-Dampek Kota, tidak bisa dilewati keadaan bermuatan berat,” ujar perekam video yang diunggah oleh akun Instagram @muhammadnur4721 pada Kamis (20/8/2026).
Kondisi jalur yang menyempit dan berongga memaksa kendaraan seperti armada Basarnas melintas dengan sangat ekstra hati-hati.
“Ini sudah berongga di dalamnya, harus hati-hati melewati jalan ini karena gempa susulan terus terjadi,” ucap pengunggah lagi. Ia merinci situasi di lapangan, “Jembatan masih utuh, cuma pas masuk jembatan retak berlubang. Mobil muatan ringan masih bisa lewat, kalau yang muatan berat sudah tidak bisa,” imbuhnya.
Dampak kemanusiaan akibat rentetan bencana ini kian memilukan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi lonjakan jumlah korban dan pengungsi dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).
“Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu,” terangnya.
Gempa susulan yang masih tergolong besar juga memicu gelombang pengungsian massal. BNPB mencatat:
- Korban Meninggal: 75 jiwa.
- Korban Luka-Luka: Bertambah menjadi 907 jiwa (seluruh tambahan dari Kabupaten Ngada).
- Jumlah Pengungsi: Melonjak tajam menjadi 92.735 jiwa (bertambah 33.088 jiwa).
- Kerusakan Rumah: Mencapai 36.163 unit rumah rusak (meningkat 7.187 unit).
Dengan kondisi akses jalan yang terancam terputus dan gempa susulan yang masih besar, upaya evakuasi serta penyaluran bantuan logistik bagi puluhan ribu pengungsi di Flores kini berada dalam situasi yang sangat kritis.(***)
Artikel Terkait
Lautan Api Terjang Pangkalan PO Sinar Jaya Bekasi, 50 Bus Hangus Terbakar!
Tragedi di Puncak Slamet: Remaja Brebes Tewas Tergelincir ke Kawah
Usai Ngamuk Rusak Motor, Sopir Arogan di Bintaro Akhirnya Minta Maaf
Grand Metropolitan Bekasi Guncang Akses Transportasi: Bus DAMRI Bandara Resmi Beroperasi!
PMP Kalbar dan Kapolda Bersinergi Jaga Kamtibmas demi Kemajuan Kalimantan Barat