Rabu, 19 Agustus 2026

Lautan Api Terjang Pangkalan PO Sinar Jaya Bekasi, 50 Bus Hangus Terbakar!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIB
Menyoroti insiden kebakaran besar yang terjadi pada pangkalan PO Sinar Jaya di Bekasi, Jawa Barat. Berikut ini kronologinya. (Instagram.com/@mekarhuripnursery)
Menyoroti insiden kebakaran besar yang terjadi pada pangkalan PO Sinar Jaya di Bekasi, Jawa Barat. Berikut ini kronologinya. (Instagram.com/@mekarhuripnursery)
 
NAWACITAPOST.COM — Suasana malam yang hening di kawasan Cikarang Barat mendadak berubah menjadi mencekam ketika kobaran api raksasa mengamuk dan melalap habis pangkalan Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya di Jalan Jarakosta, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
 
Insiden kebakaran hebat yang terjadi pada Selasa (18/8/2026) malam hingga Rabu dini hari tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial, memperlihatkan gumpalan asap hitam pekat dan jilatan api memerah yang membumbung tinggi ke udara.

Dampak dari musibah dahsyat ini sungguh fantastis sekaligus memilukan. Sebanyak 50 unit bus yang tengah terparkir rapi di dalam area pangkalan tak mampu diselamatkan dan luluhlantak menjadi puing-puing besi yang hangus terbakar.
 

Kronologi Awal: Kobaran Api Membesar di Tengah Parkiran

Tragedi ini pertama kali disadari oleh petugas keamanan setempat yang tengah menjalankan tugas rutinnya. Api secara mengejutkan terdeteksi sudah membumbung tinggi dari bagian tengah area pangkalan, tempat di mana puluhan armada bus berjejer rapat.

Danru Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Bohir, membeberkan detik-detik awal saat timnya menerima informasi kritis tersebut dan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

"Informasi pertama dari sekuriti, kita berangkat," kata Bohir dalam keterangannya, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

"Kalau kita ngobrol sama sekuriti itu ketika dia kontrol atau patroli, api memang sudah besar di posisi di tengah itu. Tengah parkir bus," tambahnya.
Suhu panas yang ekstrem serta banyaknya material yang mudah terbakar di area parkir seluas kurang lebih 800 meter persegi membuat si jago merah berkobar kian beruas dan dengan cepat merembet dari satu armada ke armada lainnya.

Kepanikan Warga dan Perjuangan Dramatis Petugas Damkar

Laporan resmi mengenai amukan si jago merah diterima oleh pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Tanpa membuang waktu, armada pantang pulang sebelum padam langsung diluncurkan dan berhasil tiba di titik lokasi pada pukul 02.00 WIB untuk segera melakukan eksekusi pemadaman.
 

Namun, proses pemadaman di lapangan diwarnai situasi yang sangat dramatis dan penuh kendala. Letak pangkalan bus yang berbatasan langsung dengan area permukiman padat penduduk memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar. Radiasi hawa panas yang menyengat hingga ke pemukiman memaksa petugas membagi konsentrasi penanganan.

"Untuk pemadaman kita akses dibagi dua, karena kan di sebelahnya permukiman itu. Cuma ada pagar pembatas tapi kan radiasinya sangat panas," ungkap Bohir.

"Jadi warga juga panik, kita jadi dibagi dua arah untuk pemadaman. Di dalam lokasi sama di dekat permukiman, Untuk kendala memang airnya agak jauh itu, kita ngambil di Kalimalang," sambungnya.
Tak hanya harus melokalisasi radiasi panas agar tidak memicu kebakaran berantai di rumah warga, para personel di lapangan juga harus bekerja ekstra keras menembus kendala pasokan air yang jaraknya cukup jauh dari tempat kejadian perkara, hingga harus menyedot pasokan dari aliran Kalimalang.

50 Armada Hangus, Api Akhirnya Berhasil Dijinakkan

Guna menundukkan amukan api yang begitu masif, sebanyak 9 armada pemadam kebakaran yang dikerahkan dari berbagai sektor di wilayah Kabupaten Bekasi diterjunkan ke lokasi. Pertempuran sengit melawan si jago merah berlangsung sangat alot.

Setelah berjibaku secara intensif selama kurang lebih 5 jam di tengah kobaran api dan kepulan asap pekat, petugas akhirnya berhasil menguasai keadaan dan memadamkan sumber api utama. Meski demikian, kerugian material tak terelakkan; puluhan armada bus yang berada di lokasi telah hangus terbakar tanpa sisa. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan secara menyuruh untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan.
 

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, memberikan konfirmasi resmi terkait skala kerusakan yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.

"Kebakaran berasal dari pangkalan mobil bus. Sebanyak 50 bus yang sudah tidak beroperasi dilaporkan terbakar dalam kejadian tersebut," kata Adeng dalam keterangannya, pada Rabu, (19/8/2026).

Penyebab Kebakaran dan Kerugian Masih Diusut

Di tengah dampak kerusakan yang sangat signifikan, kabar baiknya adalah tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam peristiwa mengerikan ini. Seluruh petugas keamanan maupun warga di sekitar area pangkalan berhasil mengamankan diri tepat waktu.

"Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan," beber Adeng.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari mana api pertama kali muncul di tengah deretan bus masih menjadi tanda tanya besar. Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi dan turun tangan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab utama insiden ini.

"Polisi juga masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini," tandas Adeng.(***)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini