Sabtu, 3 Oktober 2026

Menembus Kabut Asap Manokwari, Pimpinan Pusat PASTI Resmi Lantik Pengurus Papua Tengah

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 3 Oktober 2026 | 13:09 WIB

NAWACITAPOST.COM — Kendati sempat tertunda satu hari akibat kabut asap pekat yang mengganggu pendaratan pesawat di Bandara Rendani Manokwari, rombongan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (PASTI) akhirnya berhasil mendarat di Tanah Papua.
 
Ketangguhan navigasi tersebut tak sedikit pun menyurutkan langkah politik PASTI untuk melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Papua Tengah beserta delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten.

Pimpinan pusat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Ruyandi Hutasoit dan Sekretaris Jenderal Dwi Urip Premono menginjakkan kaki di Bandara Douw Aturure Nabire pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIT.
 
 
Kedatangan rombongan disambut antusias oleh panitia pelaksana kegiatan yang sejak sehari sebelumnya telah menggelar konvoi arak-arakan simpatisan mengelilingi Kota Nabire pada Kamis (1/10/2026).
 

Setibanya di lokasi acara, Aula Maranatha, Malompo, Kabupaten Nabire, rombongan disambut secara adat melalui tarian Orsamodao—sebuah simbol ungkapan syukur atas perjumpaan di hari baik.
 
Tarian ini mengiringi langkah Ketum dan Sekjen memasuki ruang aula yang telah dipadati ratusan pengurus, kader, dan simpatisan.

Rangkaian acara diawali dengan ibadah dan renungan yang dibawakan langsung oleh Ruyandi Hutasoit.
 
 
 
Dalam khotbah dan pengarahannya, Ruyandi menggarisbawahi tiga pilar utama perjuangan partai: demokrasi, ketaatan pada pemerintah, dan integritas moral.

"Kita harus menghargai perbedaan, termasuk perbedaan agama. Ini adalah inti dari prinsip demokrasi. PASTI harus menjadi contoh dalam menegakkan prinsip ini. Misalnya, tidak boleh melarang atau menghentikan kegiatan ibadah umat yang berbeda dengan kita," tegas Ruyandi di hadapan kader.

Selain mengingatkan kewajiban ketaatan pada negara seperti membayar pajak, Ruyandi merujuk naskah kitab suci 1 Timotius 3 ayat 1-8 untuk menekankan pentingnya karakter personal pengurus.
 
 

"Kita harus menjadi seseorang yang dihormati keluarga. Jangan sampai perilaku kita menjadi batu sandungan bagi orang lain," kata Ruyandi.
 
Ia juga menyuntikkan semangat kompetensi dan pola hidup sehat bagi para kader.
 
"Apa yang kita lakukan adalah sebuah pekerjaan raksasa, yaitu menghadirkan Kerajaan Allah di Papua Tengah, di Indonesia! Kita harus punya kemampuan. Kita harus siap. Kita harus sehat! Karena itu jangan merokok. Rajin berolah raga agar otot dan tulang tetap kuat," tambahnya.
 

Puncak acara ditandai dengan prosesi pelantikan dan pengukuhan kepengurusan. DPW PASTI Papua Tengah resmi dipimpin oleh Erwin Marcelino sebagai Ketua, didampingi Robby Kayame selaku Sekretaris Wilayah dan Yossie Titaheleuw sebagai Bendahara Wilayah.
 

Pada tingkat kabupaten, kepemimpinan DPC dipercayakan kepada Denny Polii (Nabire), Merkior Pigome (Deiyai), Tomas Bobii (Dogiyai), Otopianus Murib (Puncak), Diki Enumbi (Puncak Jaya), Yesaya Bagau (Intan Jaya), Sepi Tebay (Paniai), dan Mesac Titahena (Mimika).

Dalam pidato politiknya, Ketua DPW PASTI Papua Tengah Erwin Marcelino menyampaikan rasa bangga atas soliditas dan kemandirian seluruh kader yang menyukseskan konsolidasi ini tanpa menggantungkan bantuan pihak luar.
 

"Kegiatan ini terselenggara berkat kerja keras dan kerja sama rekan-rekan semua. Kita tidak mengandalkan bantuan dari mana pun, selain berkat pertolongan Tuhan dan kerja keras rekan-rekan semua," ujar Erwin.
 

Dengan nada membakar semangat, Erwin menegaskan optimisme pemulihan di seluruh pelosok Papua Tengah.

"Apa yang Tuhan nyatakan pada hari ini adalah jawaban dari doa saya sejak lama. Kita akan terus melangkah dengan iman karena kemenangan kita sudah dijamin-Nya! Partai ini adalah rumah kita bersama," ungkapnya.

"Nabire akan dipulihkan! Deiyai akan dipulihkan! Dogiyai akan dipulihkan! Puncak akan dipulihkan! Puncak Jaya akan dipulihkan! Intan Jaya akan dipulihkan! Paniai akan dipulihkan! Mimika akan dipulihkan! Seluruh wilayah Papua Tengah dan Tanah Papua akan dipulihkan! Tuhan beserta kita!" seru Erwin mengakhiri sambutannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapan Warisan Keraton Yogyakarta Dipulangkan Inggris?

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:18 WIB