Selasa, 22 September 2026

Update Korban Banjir Bandang Solok: Duo Warga Hilang dan Puluhan Jiwa Mengungsi

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 22 September 2026 | 20:59 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Berikut ulasan selengkapnya. (Instagram.com/@ussfeeds)
Menyoroti fakta terkini ihwal bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Berikut ulasan selengkapnya. (Instagram.com/@ussfeeds)
 
NAWACITAPOST.COM — Bencana banjir bandang dahsyat menerjang wilayah Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), pada Senin (21/9/2026) malam.
 
Momen mencekam yang melumpuhkan aktivitas warga ini memicu keprihatinan luas di media sosial, seiring dengan terisolasinya pemukiman akibat hempasan air dan material lumpur.

Hingga Selasa (22/9/2026), dampak kerugian jiwa dan material terus meluas. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengonfirmasi bahwa curah hujan tinggi menjadi pemicu utama musibah yang meluluhlantakkan Nagari Batang Barus tersebut.
 

"Bahwa hujan intensitas tinggi memicu banjir bandang yang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang," kata Berton dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Berton memaparkan bahwa data terkini mencatat dua warga masih dinyatakan hilang, sementara empat warga lainnya menderita luka-luka akibat terjangan gelombang banjir.

"Nah ini di Kabupaten Solok, dan saat ini ada 2 korban yang belum ditemukan, ya. Belum ditemukan," tambahnya.

Terkait kondisi korban selamat, Berton merinci rincian penanganan medis serta akumulasi warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

"1 luka berat dan 3 luka ringan. Sementara untuk mengungsi ada 50 warga, 50 jiwa," beber Berton.
 

Kerusakan infrastruktur di lokasi kejadian tergolong parah. Selain melumpuhkan akses jalan akibat endapan lumpur tebal, banjir bandang ini merusak ratusan bangunan pemukiman hingga fasilitas umum.

"Ada 100 rumah yang terdampak, 10 kantor pemerintah yang juga terdampak," ungkapnya.

"Jembatan putus, namun sekarang sudah bisa dilalui secara darurat. Ada 3 mobil kendaraan yang terdampak," imbuh Berton.

Guna merespons situasi darurat ini, Tim Gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk menyisir aliran sungai demi pencarian korban yang masih hilang.
 
 
Di saat yang sama, langkah tanggap darurat dan percepatan pemulihan jalur distribusi utama terus digencarkan.

"Rapat koordinasi penetapan status sudah dilakukan oleh Wakil Bupati Solok," terang Berton.

"Kemudian akses jalan Padang-Solok saat ini sudah normal dan bisa dilalui secara terbatas. Pendataan dampak masih tetap berlangsung," tandasnya.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini