NAWACITAPOST.COM — Suasana malam yang sunyi di Desa Watutumou II, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, mendadak berubah mencekam pada Jumat (6/11/2026) dini hari.
Sebuah gudang yang menyimpan material petasan atau kembang api dilalap si jantan merah, memicu rentetan ledakan beruntun yang mengguncang pemukiman warga.
Kobaran api tampak membubung tinggi ke langit malam, disertai suara gemuruh ledakan berulang-ulang yang berasal dari dalam gudang.
Dahsyatnya daya ledak tersebut bahkan membuat kaca dan seng rumah-rumah warga sekitar bergetar hebat, memunculkan kepanikan massal di tengah malam.
Sejumlah warga sempat mengira wilayah mereka dilanda bencana alam akibat suara dentuman yang begitu kuat.
“Bikin panik saja, saya kira gunung di dekat rumah meletus. Seng dan kaca sampai bergetar karena sangat kuatnya bunyi ledakan dan gemuruh,” ungkap akun Threads @rul_mantik, Jumat (6/11/2026).
Ia menambahkan, suara ledakan yang menggelegar seketika membangunkan warga dari tidur lelap. Gelombang ketakutan menyelimuti lingkungan sekitar seiring kepulan asap tebal yang terus membumbung tinggi.
Kepanikan serupa juga dirasakan oleh warga lainnya. Akun Threads @benaisee_ menuturkan bahwa insiden tersebut sempat disangka sebagai gempa bumi.
“Sekitar pukul 00.50-an WITA, ada suara gede banget. Terus ada percikan api dan suaranya gede. Kirain ada gempa sampai kaca kosan bergetar kencang. Pas keluar kos ternyata kayak ada yang kebakar dan suara gede, lama banget belum berhenti,” ujarnya.
Puluhan Personel Gabungan Diterahkan Padamkan Api
Guna menjinakkan amuk si jantan merah di tengah ancaman ledakan susulan, operasi pemadaman skala besar langsung dikerahkan. Sebanyak 10 unit kendaraan pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian.
Penanganan darurat ini melibatkan sinergi kekuatan dari Dinas Pemadam Kebakaran Minahasa Utara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado, unsur Pemprov Sulawesi Utara, hingga pengerahan kendaraan taktis water cannon dari Korps Brimob.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran kepolisian masih bekerja keras melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran, menghitung total kerugian materiil, serta memastikan ada atau tidaknya korban jiwa dalam peristiwa dramatis tersebut.(***)
Artikel Terkait
Aksi Kejar-kejaran Dramatis, Bea Cukai Malang Gagalkan Penyelundupan Rokok Rp298 Juta
Dorong Investasi Produsen Sepatu Nike, Kanwil Bea Cukai Banten Resmi Terbitkan Fasilitas Kawasan Berikat
Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Menkeu Suahasil Nazara Gebrak Forum Investasi London
Tekan Diskriminasi, Abdul Harris Bobihoe Gaungkan Pemilu Inklusif Disabilitas Menuju 2029
Respon Cepat Darurat dan Pengaduan Kota Bekasi Kini Menyatu Lebih Responsif