Kamis, 5 November 2026

Tiga Dekade Mengabdi, Muh. Tunjung Nugroho Pimpin DJP Jakarta Khusus di Bawah Komando Menkeu Suahasil Nazara

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 5 November 2026 | 21:57 WIB
Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus, Muh. Tunjung Nugroho. (Dok Humas Kanwil DJP Jakarta Khusus)
Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus, Muh. Tunjung Nugroho. (Dok Humas Kanwil DJP Jakarta Khusus)

NAWACITAPOST.COM — Di tengah dinamika perekonomian global yang bergerak cepat serta tantangan penerimaan negara yang kian kompleks, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengambil langkah strategis dalam memperkuat struktur pengawasan fiskal nasional.
 
Di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini resmi berada dalam fase konsolidasi kepemimpinan yang matang dengan menempatkan sosok-sosok birokrat berpengalaman tinggi di lini depan pengamanan penerimaan negara.

Salah satu penugasan paling strategis yang menyita perhatian publik adalah dipercayakannya kursi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jakarta Khusus kepada Muh. Tunjung Nugroho, SE, AK, ME, CA.
 
 
Penunjukan ini bukan sekadar rotasi administratif biasa, melainkan sebuah penugasan monumental yang merefleksikan akumulasi pengalaman panjang selama tiga dekade di jantung dunia perpajakan Indonesia, yang kini berjalan di bawah komando langsung Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Perjalanan karier Muh. Tunjung Nugroho merupakan sebuah manifestasi dedikasi lintas sektor yang membentang dari dunia akademik hingga korps pemeriksa pajak elite. Lahir di Purwodadi, Grobogan, pada 4 Juni 1973, Tunjung mengawali rekam jejak profesionalnya di lingkungan pendidikan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).
 
Antara tahun 1994 hingga 2017, ia tidak hanya menempa dirinya sebagai akademisi andal—mulai dari asisten dosen hingga dosen tetap—tetapi juga memperluas pengaruhnya sebagai pengajar program Brevet Pajak PPA STAN serta Manajer Pengembangan Akuntansi Pemda pada periode 2000–2003.
 
Latar belakang sebagai pendidik ini membentuk ketajaman analitis yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam karier birokrasinya di Kementerian Keuangan. Transisi Tunjung ke ranah operasional perpajakan dimulai ketika ia bertugas sebagai staf pada Subdirektorat Pemeriksaan Wajib Pajak Badan Khusus (2003–2007).
 
 
Kepiawaiannya dalam membedah regulasi dan angka-angka fiskal membawanya menduduki sejumlah posisi kunci, termasuk Kepala Seksi Strategi Pemeriksaan (2007–2011) dan Kepala Seksi Peraturan KUP (2011–2013).
 
Pada fase krusial tersebut, ia terlibat secara langsung dalam dapur perumusan kebijakan strategis nasional, termasuk menjadi bagian dari tim penyusun Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), aturan pelaksanaan Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh), hingga Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 dan RUU Tax Amnesty pada 2016.

Tidak hanya bergelut di balik meja kebijakan, Tunjung juga teruji di lapangan operasional ketika memimpin Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Blora dan Grobogan (2013–2015), serta memegang kendali sebagai Kepala Subdirektorat Perencanaan Pemeriksaan pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan DJP (2015–2020).
 
Puncak penguasaannya di sektor-sektor khusus terlihat tatkala ia menjabat sebagai Kepala KPP Minyak dan Gas Bumi, Kanwil DJP Jakarta Khusus (2020–2023), di mana ia bahkan dipercaya memimpin Tim Home Office Audit Wajib Pajak K3S Mubadala Energy di Abu Dhabi pada Juni 2020.
 
 
Sebelum akhirnya memimpin Kanwil DJP Jakarta Khusus, ia sempat mengemban amanah sebagai Kepala Subdirektorat Peraturan PPN Perdagangan, Jasa, dan PTLL, serta memimpin Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) pada Juni 2025.

Rekam jejak internasional dan profesionalismenya pun kian melengkapi profil kepemimpinannya. Tunjung aktif sebagai Ketua Bidang Perpajakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Perwakilan DKI Jakarta dan anggota Kelompok Kerja Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP).
 
Keterlibatannya dalam berbagai forum global—mulai dari program di Australian Taxation Office (ATO) Sydney dan Brisbane, Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS), hingga menyelesaikan Short Course Comparative Tax Policy and Administration di Universitas Harvard, Amerika Serikat, pada 2015—menjadikannya salah satu teknokrat perpajakan paling komprehensif di Indonesia saat ini.

Deretan prestasi gemilang turut menghiasi perjalanan panjangnya, mulai dari predikat lulusan terbaik STAN 1994, magister cum laude pada 2005, hingga penghargaan bergengsi sebagai Pejabat Eselon IV Terbaik (2013) dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Terbaik (2015).
 
 
Kini, dengan akumulasi keahlian lintas disiplin yang mencakup regulasi, pemeriksaan, pendidikan, dan diplomasi internasional, Muh. Tunjung Nugroho memegang kendali penuh di Kanwil DJP Jakarta Khusus, siap mengeksekusi visi besar pengelolaan keuangan negara di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.(Fifi Abdurahman)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini