Rabu, 4 November 2026

Dilantik Menkeu Suahasil Nazara, Berikut Profil Herman Saheruddin Sekretaris KSSK

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 4 November 2026 | 20:58 WIB
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK), Herman Saheruddin.  (Dok. Kementerian Keuangan)
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK), Herman Saheruddin. (Dok. Kementerian Keuangan)
 
NAWACITAPOST.COM  — Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan sektor keuangan yang terus berkembang, Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara memegang kendali penuh dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.
 
Langkah strategis ini ditegaskan lewat pelantikan Herman Saheruddin sebagai Ex-Officio Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Pelantikan penting tersebut resmi dilangsungkan pada Senin, 21 September 2026, bertempat di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta.
 
Pengangkatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan sejumlah pejabat tinggi lainnya, merujuk langsung pada amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 64 Tahun 2025.
 
 
Di bawah komando Menteri Keuangan Suahasil Nazara, penunjukan ini diharapkan mampu memperkokoh sinergi lintas lembaga dalam mengawal ketahanan perekonomian negara.

Sebelum mengemban posisi krusial sebagai Sekretaris KSSK, Herman Saheruddin telah lebih dulu diamanahkan sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) mulai 1 Juli 2026, sebuah jabatan strategis yang bertugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sektor keuangan, profesi keuangan, serta kerja sama internasional.

Rekam Jejak dan Kapasitas Profesional Herman Saheruddin

Mengutip dari situs Kementerian Keuangan, sebelum menduduki jabatan strategis di Kementerian Keuangan, Herman memiliki rekam jejak profesional di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
 
Ia telah berkiprah di lembaga tersebut sejak 2010 dan menempati sejumlah posisi penting sepanjang perjalanan kariernya. Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Risk Management Officer, Spesialis Madya Riset pada periode 2017–2020, Koordinator Group Hubungan Internasional pada 2020, serta Direktur Group Riset pada periode 2020–2024.
 
 
Selain itu, Herman juga pernah menjabat sebagai Kepala Program Restrukturisasi Perbankan dan Hubungan Lembaga. Berbagai posisi tersebut memberinya pengalaman dalam bidang manajemen risiko, riset, hubungan internasional, hingga restrukturisasi perbankan.

Kiprah Internasional dan Kontribusi Akademik

Tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, Herman juga memiliki pengalaman dalam berbagai forum internasional melalui keterlibatannya di LPS. Ia tercatat aktif dalam International Association of Deposit Insurers (IADI) dan International Forum of Insurance Guarantee Schemes (IFIGS).
 
Kontribusinya di tingkat internasional semakin terlihat ketika ia dipercaya menjadi Chairperson Research Technical Committee (RTC) pada IADI Asia-Pacific Regional Committee untuk periode 2024–2026. Di luar aktivitas profesional, Herman juga memiliki kontribusi di bidang akademik.
 
Ia aktif menulis dan memublikasikan karya ilmiah di sejumlah jurnal internasional, di antaranya Journal of Banking and Finance, Research in International Business and Finance, Quarterly Review of Economics and Finance, Eurasian Economic Review, serta International Journal of Economics & Management.
 

Dari sisi pendidikan, Herman menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi dengan konsentrasi manajemen dan Magister Sains Manajemen dengan konsentrasi perbankan dan keuangan di Universitas Indonesia.
 
Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral dan meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dengan konsentrasi perbankan dan keuangan dari Darla Moore School of Business, University of South Carolina, Amerika Serikat.

Melalui kombinasi pengalaman birokrasi, kepiawaian manajerial tingkat global, serta landasan akademis yang kokoh, kepemimpinan di bawah supervisi Menteri Keuangan Suahasil Nazara ini diyakini mampu membawa sektor keuangan Indonesia menghadapi berbagai ketidakpastian global secara lebih tangguh dan terukur.(Fifi Abdurahman)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini