NAWACITAPOST.COM — Di tengah dinamika pengelolaan keuangan negara yang penuh tantangan berat dan tanggung jawab strategis, identitas kultural seringkali menjadi jangkar moral yang memperkuat integritas seorang pemimpin.
Hal inilah yang tercermin dari sosok Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, yang secara konsisten dan terbuka menunjukkan kecintaannya yang mendalam terhadap adat istiadat serta budaya tanah leluhurnya, Nias, di kancah politik nasional.
Dalam berbagai kesempatan resmi maupun momentum penting kenegaraan, Suahasil kerap tampil mengenakan busana adat serta menghadirkan ciri khas kebudayaan Nias.
Langkah ini tidak sekadar menjadi representasi simbolis dari kekayaan keragaman nusantara, tetapi juga sebuah pernyataan kultural yang kuat bahwa akar identitas dapat berjalan seiring dengan pengabdian profesional di level tertinggi pemerintahan.
"Dalam berbagai moment Suahasil Nazara selalu menunjukkan diri sebagai orang Nias. Baik dalam busana adat dan ciri khas lainnya," ucap Faigiziduhu Ndruru, Komisaris Utama PT Baluse Perkasa Nusantara, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, perjalanan panjang Suahasil Nazara hingga mencapai posisi strategis di Kementerian Keuangan bukanlah sebuah kebetulan instan.
"Rekam jejak pengabdiannya dibangun melalui dedikasi yang konsisten sejak masa mahasiswa, berkiprah sebagai akademisi dan dosen, hingga mengemban amanah birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia," kata Faigiziduhu Ndruru.
Ia menyatakan, fondasi karakter yang tangguh ini diyakini tidak terlepas dari pola didikan keluarga, khususnya sang ayah, Hanati Nazara, yang pernah memegang amanah sebagai Bupati Nias pada periode 1981 hingga 1986.
"Kehadiran tokoh-tokoh asal Kepulauan Nias di lingkaran strategis kekuasaan nasional turut mempertegas kontribusi signifikan masyarakat diaspora Nias bagi Indonesia," ujarnya.
Faigiziduhu mengatakan, selain Suahasil di sektor fiskal, juga ada figur putra daerah Nias lainnya seperti Yasonna Laoly juga menorehkan sejarah penting dengan meraih posisi elit di kancah politik nasional serta mengabdi sebagai menteri di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo selama satu dekade penuh.
"Kendati telah lama bermukim dan berkarier di luar tanah leluhur, kecintaan Suahasil dan para tokoh diaspora terhadap Nias tetap terpelihara dengan baik," ungkapnya.
"Hal tersebut tampak dalam keseharian mereka, di mana berbagai dokumentasi visual dan ekspresi publik kerap memancarkan kebanggaan otentik terhadap warisan budaya Nias," imbuh Faigiziduhu.
Faigiziduhu mengatakan bahwa, beban tugas dalam mengawal stabilitas fiskal dan menjaga keuangan negara bukanlah perkara mudah di tengah ketidakpastian global yang terus bergejolak.
"Oleh karena itu, berbagai kalangan masyarakat luas menyampaikan harapan serta doa agar Suahasil Nazara senantiasa diberikan kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan tugas kenegaraan yang mahaberat tersebut," tuturnya.
Disisi lain, kini publik dan para pengamat meyakini bahwa kombinasi antara profesionalisme tinggi, integritas yang teruji, serta komitmen teguh pada nilai-nilai kebenaran akan terus menghantarkan Suahasil Nazara pada pengabdian yang berdampak luas, berguna, serta membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara Republik Indonesia.(Redaksi)
Artikel Terkait
Operasi Senyap Terbongkar: Bea Cukai Sumbawa Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal
Karhutla Gunung Arjuno dan Welirang Padam Total, Aparat Kepolisian Mulai Usut Penyebabnya
Tragis, Pahlawan Medali Emas Altet Porprov Jateng Syabilla Rizkia Berpulang di Tengah Laut
DJP Tegaskan Pajak Digital Bukan Pungutan Baru, Pastikan Remansit dan Transfer Aman
Setoran Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp58,75 Triliun, PMSE Jadi Tulang Punggung