Kamis, 5 November 2026

Jelang Hari Pahlawan 2026, Presiden Prabowo dan Fadli Zon Bahas Pemberian Gelar Pahlawan Nasional

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 5 November 2026 | 19:10 WIB
Momen Presiden Prabowo Subianto rapat bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/11). (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)
Momen Presiden Prabowo Subianto rapat bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/11). (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

NAWACITAPOST.COM — Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2026, atmosfer Istana Merdeka menyelimuti sebuah momentum penting penentu sejarah kehormatan bangsa.
 
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan tingkat tinggi bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
 
Pertemuan tertutup yang sarat kekhidmatan ini berfokus pada pembahasan rekomendasi penetapan gelar Pahlawan Nasional bagi para tokoh terbaik tanah air.
 

Kabar pertemuan vital ini terkonfirmasi melalui publikasi resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet pada hari yang sama.
 
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara langsung menyerahkan berkas hasil pengkajian komprehensif dari Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) terkait jajaran sosok terpilih yang diusulkan untuk menerima tanda kehormatan tertinggi negara pada Hari Pahlawan 2026.

Meski demikian, pihak Istana masih merahasiakan deretan nama pejuang, perintis, maupun tokoh bangsa yang bakal dianugerahi gelar legendaris tersebut pada tahun ini.
 
Penetapan nama-nama penerima gelar dipastikan berada di tangan Presiden sebagai pemegang prerogatif tertinggi negara.
 

Sekretariat Kabinet menegaskan bahwa daftar rekomendasi yang disampaikan kepada Presiden bukanlah proses instan, melainkan buah dari mekanisme penyaringan yang ketat, terukur, dan berjenjang.
 
Tahapan pengusulan diawali dari tingkat tapak melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di kabupaten/kota hingga provinsi, sebelum akhirnya diverifikasi secara mendalam oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di bawah naungan Kementerian Sosial.

Setelah melewati tahapan ilmiah dan historis di tingkat peneliti, berkas calon Pahlawan Nasional dibawa ke sidang pleno Dewan GTK guna dirumuskan menjadi rekomendasi final kepada Kepala Negara.

“Pertemuan ini menjadi bagian dari proses negara dalam memberikan penghargaan atas jasa dan pengabdian para tokoh bangsa serta menjaga penghormatan terhadap sejarah perjuangan Indonesia,” demikian keterangan dalam unggahan Instagram @sekretariat.kabinet.
 

Secara tradisi, peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November dirayakan di seluruh pelosok negeri melalui upacara bendera dan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan.
 
Namun, di bawah pucuk kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, momentum historis ini makin memiliki bobot emosional dan spiritual yang tinggi melalui ritual penganugerahan gelar Pahlawan Nasional.

Sebagai kilas balik pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, pemerintah di bawah arahan Prabowo secara resmi memproklamasikan 10 tokoh nasional dari beragam latar belakang perjuangan sebagai Pahlawan Nasional.
 
Penetapan bersejarah tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tertanggal 6 November 2025, yang disusul dengan upacara penganugerahan megah di Istana Negara, Jakarta.
 

Adapun sepuluh tokoh bangsa yang mencatatkan namanya dalam lembaran emas sejarah penerima gelar Pahlawan Nasional pada 2025 adalah:

  1. H.M. Soeharto
  2. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
  3. Marsinah
  4. Mochtar Kusumaatmadja
  5. Rahmah El Yunusiyyah
  6. Sarwo Edhie Wibowo
  7. Sultan Muhammad Salahuddin
  8. Syaikhona Muhammad Kholil
  9. Tuan Rondahaim Saragih
  10. Zainal Abidin Syah
Kini, menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November 2026, mata publik kembali tertuju pada langkah Presiden Prabowo Subianto.
 
 
Berkas rekomendasi resmi dari Dewan GTK yang disodorkan Fadli Zon telah memicu antusiasme masyarakat luas yang menantikan sosok-sosok pejuang mana lagi yang akan diabadikan nama dan jasanya sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.(Fifi Abdurahman)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini