Rabu, 4 November 2026

Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Perekonomian Indonesia Tetap Positif dan On Track

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 4 November 2026 | 13:59 WIB
Suahasil Nazara, Menteri Keuangan RI usai melakukan ratas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa (3/11/2026) (Dok Instagram @sekretariat.kabinet) (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)
Suahasil Nazara, Menteri Keuangan RI usai melakukan ratas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa (3/11/2026) (Dok Instagram @sekretariat.kabinet) (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

NAWACITAPOST.COM — Suahasil Nazara Menteri Keuangan Republik Indonesia menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini berada dalam lintasan yang sangat positif, terkendali, dan menunjukkan daya tahan yang kokoh.
 
Kinerja positif ini ditopang kuat oleh tingkat inflasi yang terjaga stabil sesuai target serta lonjakan aktivitas pada sektor manufaktur nasional yang menandakan kebangkitan optimisme pasar.

Tegasan strategis tersebut disampaikan seusai dirinya mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama deretan menteri Kabinet Merah Putih di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
 
 
Dalam pertemuan tertutup tersebut, jajaran menteri keuangan memaparkan kondisi makroekonomi paling mutakhir di hadapan kepala negara.

“Kita tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perkembangan ekonomi terkini. Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya,” ujar Suahasil kepada para awak media usai pertemuan.

Ia memerinci lebih jauh bahwa pemerintah menetapkan patokan sasaran inflasi pada level 2,5 persen dengan batas toleransi penyimpangan plus minus 1 persen.
 
Artinya, pergerakan inflasi ideal berada pada rentang fleksibel antara 1,5 persen hingga 3,5 persen. Dengan torehan angka 3,23 persen, realisasi inflasi domestik dinilai amat konsisten terhadap seluruh perhitungan awal pemerintah.
 

“1,5 persen sampai dengan 3,5 persen angka inflasi kita kemarin 3,2 persen artinya itu di dalam rangeyang memang kita bayangkan sejak kita melakukan estimasi atas perekonomian Indonesia itu yang kita sebut dengan on track,” jelasnya.

Selain indikator harga consumer yang terkontrol, Suahasil Nazara Menteri Keuangan Republik Indonesia turut memaparkan laporan signifikan mengenai kinerja Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia.
 
Pada periode Oktober 2026, sektor manufaktur tanah air mencatatkan ekspansi tajam dengan melesat naik dari kisaran level 52 menuju angka 54.

Lonjakan indeks ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor riil Indonesia tengah mengalami akselerasi kapasitas. Kenaikan instrumen manufaktur menggambarkan kepercayaan diri yang makin mantap di kalangan dunia usaha dalam menyongsong peningkatan permintaan di pasar domestik maupun internasional.
 

“Jadi meningkat, ini menunjukkan bahwa para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Suahasil menyampaikan bahwa pemerintah juga memantau ketat stabilitas pasar keuangan pasokan likuiditas.
 
Aliran modal asing (capital inflow) terdeteksi terus mengalir deras masuk ke dalam negeri melalui instrumen obligasi pemerintah Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), menandai tingginya kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia.(Fifi Abdurahman)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini