NAWACITAPOST.COM — Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara menegaskan komitmen kuat Pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi nasional.
Langkah ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat kemitraan strategis global guna mendukung jajaran program prioritas pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menkeu Suahasil Nazara dalam pertemuan bilateral bersama Presiden World Bank Group, Ajay Banga, yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).
Di hadapan pimpinan lembaga keuangan dunia tersebut, Suahasil menekankan bahwa kepercayan publik dan pasar global merupakan aset paling berharga yang harus dijaga secara konsisten melalui tata kelola anggaran yang disiplin dan terukur.
“Satu-satunya mata uang yang kami miliki adalah kredibilitas. Karena itu, kami ingin menjaga kredibilitas kami dan menegaskan kembali komitmen terhadap defisit anggaran 3 persen serta rasio utang 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),” ujar Menkeu Suahasil Nazara.
Fokus Kebijakan Fiskal dan Transformasi Ekonomi
Berdasarkan siaran pers resmi Kementerian Keuangan, Selasa (13/10/2026), Menkeu menyampaikan bahwa alokasi dan arah kebijakan fiskal Indonesia dirancang secara terukur untuk menopang berbagai agenda strategis nasional.
Baca Juga: Tembus Setengah Juta Perlintasan, Imigrasi Batam Gagalkan Ribuan Pekerja Migran Nonprosedural
Arah kebijakan tersebut mencakup pencapaian ketahanan pangan dan energi, penguatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor kesehatan dan pendidikan, hingga pemberdayaan sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
Selain itu, percepatan program hilirisasi sumber daya alam menjadi pilar penting yang terus didorong untuk memastikan nilai tambah ekonomi dapat dioptimalkan di dalam negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Suahasil Nazara juga menggarisbawahi krusialnya pendalaman sektor keuangan nasional serta penciptaan lapangan kerja berkuantitas dan berkualitas tinggi demi menyejahterakan masyarakat.
Di sektor keuangan, Menkeu mendorong implementasi pendekatan pengembangan yang terpadu. Strategi ini dimaksudkan agar agenda pendalaman dan perluasan inklusi keuangan dapat berjalan secara harmonis bersamaan dengan penjagaan stabilitas ekonomi makro.
Dukungan Penuh Bank Dunia
Langkah tegas dan visi strategis yang dipaparkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia mendapat sambutan positif dari Bank Dunia. World Bank Group menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan teknis, khususnya dalam upaya pendalaman pasar modal domestik Indonesia.
Tak hanya itu, World Bank Group juga mengutarakannya dukungannya secara penuh terhadap agenda hilirisasi sumber daya alam yang sedang dijalankan Pemerintah Indonesia, agar pengolahan komoditas mampu memberikan dampak ekonomi langsung dan dinikmati secara optimal di dalam negeri.
Baca Juga: Puncak Pengabdian Sang Teknokrat: Jejak Panjang Suahasil Nazara Menakhodai Benteng Fiskal Negara
Pertemuan bilateral ini mempertegas posisi Indonesia di kancah internasional sebagai negara yang berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi dan ketahanan fiskal di tengah dinamika ekonomi global.
Artikel Terkait
Guncang Ekonomi hingga Rp5 Triliun, MotoGP Mandalika 2026 Sedot 150 Ribu Pengunjung
Menghitung Mundur Sisa Enam Hari: Indonesia Masuki Era Baru Wajib Halal Serentak Oktober 2026
Tokoh Pendiri HIMNI Arisman Zagoto Dorong Visi "Nias Pulau Impian" Jadi Agenda Nasional
Visi "Nias Pulau Impian" Masuk Agenda Rakernas HIMNI, Agustus Gea: Mewujudkannya Butuh Kerja Keras
Menuju Munas 2027, Faigiziduhu Ndruru Desak Calon Ketum HIMNI Jadikan "Nias Pulau Impian" Visi Utama