NAWACITAPOST.COM — Pemerintah Indonesia terus bergerak cepat mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2027. Demi merealisasikan ambisi besar tersebut, laju investasi nasional ditargetkan mampu tumbuh di kisaran 7 persen melalui penguatan iklim investasi yang kondusif.
Strategi krusial ini digencarkan melalui sinergi penuh antara instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) #UangKita, Danantara, serta kemitraan strategis dengan sektor swasta global.
Langkah konkret dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, yang hadir dalam ajang bergengsi Indonesia Investment Forum di London, Inggris, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga: Apresiasi Jurnalis Lewat Secangkir Kopi: Inovasi Promedia Group untuk Jurnalisme Berkualitas
Dalam forum tersebut, Menkeu Suahasil memboyong jajaran pejabat tinggi negara, yakni Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya Desra Percaya, guna menggaet potensi kerja sama ekonomi masa depan.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya (@menkeuri), Menkeu Suahasil Nazara menyoroti lahirnya sejumlah kesepakatan bernilai fantastis di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pengembangan kawasan industri, hingga hilirisasi pertambangan.
"Sejumlah kerja sama baru di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence), pengembangan kawasan industri, dan hilirisasi timah turut menjadi langkah untuk menghadirkan teknologi baru dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," tulis Menkeu Suahasil Nazara, Kamis (5/11/2026).
Ajang diplomatik dan ekonomi di London tersebut berhasil mengamankan sejumlah komitmen investasi bernilai ratusan juta dolar AS, antara lain:
- PT Kawasan Industri Terpadu Batang dan Axelera AI: Penjajakan pengembangan ekosistem AI dengan nilai investasi mencapai USD 56 juta.
- PT JIEP dan BlackInk Co-operation Ltd: Pemanfaatan tanah industri dengan nilai investasi mencapai USD 77 juta.
- Titanium Capital: Penerbitan Letter of Intent (LoI) untuk proyek Tin Downstream Industry (hilirisasi timah) senilai USD 252,1 juta.
Masuknya modal asing bernilai jumbo dan teknologi mutakhir ini diharapkan menjadi pendorong utama roda perekonomian nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
"Harapannya, investasi tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat," pungkas Suahasil.(Redaksi)
Artikel Terkait
Ribuan Prajurit Siaga Tiga, TNI Kerahkan 20.980 Personel Bergerak Menuju Jakarta
Drama Ruang Sidang: Jokowi Bersaksi, Badai Ijazah Palsu Berakhir di Meja Hijau
Batik Jokowi Saat Sidang Ijazah Jadi Sorotan, Ini Ciri Motif dan Dugaan Filosofinya
Sidang Ijazah Jokowi Memanas: Tawa Roy Suryo Pecah Saat Dokumen Ditunjukkan
Jelang Peringatan 100 Tahun Panas Bumi Indonesia, PGE Percepat Pengembangan Menuju Kapasitas 1 GW