NAWACITAPOST.COM — Kehadiran mantan Presiden Joko Widodo dalam persidangan perkara tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 5 November 2026, menyita perhatian publik.
Bukan hanya jalannya persidangan yang dinanti, busana batik yang dikenakan Jokowi turut menjadi sorotan tajam karena menampilkan ornamen unik menyerupai sulur tumbuhan dengan perpaduan warna yang memukau.
Batik yang dikenakan Jokowi tersebut tampil dengan warna dasar krem atau putih gading, dipadukan secara harmonis dengan ornamen berwarna cokelat, cokelat kemerahan, biru, serta putih.
Berdasarkan pengamatan visual, pola pada kain ini memadukan bentuk flora yang dinamis dengan sentuhan abstrak kontemporer, meski nama resmi motif dan filosofi khususnya hingga kini belum dapat dipastikan secara definitif.
Ciri Khas Motif Batik yang Dikenakan Jokowi
Dari penelusuran visual di lokasi, kain batik tersebut memiliki karakteristik artistik tersendiri:
- Garis Meliuk Menyerupai Sulur: Bagian utama kain menampilkan garis-garis meliuk yang kuat, menyerupai akar, percabangan kayu, atau sulur tumbuhan yang menjalar.
- Ornamen Lonjong Dekoratif: Di antara pola utama, terdapat ornamen berbentuk lonjong dengan isian warna biru dan putih yang sekilas menyerupai biji, mata, atau kelopak bunga.
- Karakter Flora Kontemporer: Perpaduan unsur-unsur tersebut menghadirkan visual batik berkarakter flora kontemporer, yang meski baru berupa pembacaan visual, memperlihatkan estetika busana yang sarat seni.
Baca Juga: Subulussalam dan Aceh Selatan Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam Banjir Bandang
Dugaan Keterkaitan dengan Motif Sulur dan Semen
Secara visual, bentuk ornamen pada batik tersebut memiliki kemiripan dengan ragam hias sulur atau lung-lungan, yakni pola tumbuhan yang saling terhubung secara konsisten.
Kemungkinan lainnya mengarah pada motif semen, salah satu ragam hias batik klasik nusantara yang memang dikenal piawai memadukan unsur tumbuhan, alam, dan ornamen dekoratif.
Kendati demikian, para pengamat mengingatkan bahwa kemiripan visual semata belum cukup untuk memastikan apakah busana tersebut murni termasuk motif sulur, semen, atau merupakan hasil pengembangan desain batik kontemporer modern.
Menelisik Kemungkinan Filosofi Pertumbuhan
Dalam interpretasi umum terhadap ragam hias bertema flora, bentuk tumbuhan yang terus tumbuh dan menjalar kerap dikaitkan dengan lambang kehidupan, pertumbuhan, serta kesinambungan.
Selain itu, pola yang saling terhubung antarsisi dapat dimaknai sebagai representasi hubungan yang harmonis antarmanusia serta keselarasan dengan alam.
Namun, berbagai interpretasi makna tersebut ditegaskan sebagai pembacaan umum, bukan sebagai filosofi resmi yang ditetapkan oleh pembuatnya.
Hingga saat ini, belum ada informasi valid mengenai asal daerah, produsen, maupun nama resmi motif batik yang dikenakan. Oleh karena itu, belum dapat disimpulkan pula apakah Jokowi memiliki maksud dan pesan tersendiri di balik pemilihan busana tersebut dalam sidang perkaranya.(***)
Artikel Terkait
Jerat Bunga Tinggi dan Teror Penagihan Membebani Rakyat, Yasonna Laoly Desak Tindak Tegas Pinjol
FGD Badan Pengkajian MPR RI: Yasonna Laoly Tegaskan Kedaulatan Rakyat Bukan Slogan Semata
Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Kian Perkasa, Karanganyar Bersiap Guncang Pasar Global
Bea Cukai Entikong Gagalkan Penyelundupan 31,37 Kg Sabu dan 4.955 Pil Ekstasi di Perbatasan
Bea Cukai Purwakarta Bongkar Tiga Kasus, Sita 438 Ribu Batang Rokok Ilegal