NAWACITAPOST.COM — Menjelang momentum mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah proaktif untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para pemudik. Pada Kamis (12/3/26), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, secara langsung memimpin kegiatan Inspeksi Jalur Angkutan Lebaran Tahun 2026 M/1447 H guna membedah kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas di wilayahnya.
Kegiatan ini diawali dengan apel persiapan di Plaza Pemerintah Kota Bekasi sebelum rombongan bergerak menyisir titik-titik krusial yang diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan secara signifikan.
Fokus Utama: Jalur Kalimalang dan Perbatasan Jakarta
Sebagai salah satu gerbang utama bagi pemudik sepeda motor dan kendaraan pribadi dari arah Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah, kawasan Kalimalang menjadi fokus utama peninjauan. Rombongan melakukan penyisiran mendalam mulai dari pusat kota hingga ke perbatasan (Sumber Artha).
Baca Juga: KKP Dorong Percepatan Pembangunan SPBUN di Kampung Nelayan Merah Putih Jepara
Rute Inspeksi Mendalam:
- Zona Inti: Dimulai dari Jl. Ahmad Yani menuju Jl. M. Hasibuan dan Jl. Inspeksi Pengairan.
- Zona Penghubung: Melintasi Jl. Villa Raya, Jl. Letkol M. Moeffreni Moe’min, hingga masuk ke koridor utama Jl. Inspeksi Kalimalang.
- Zona Perbatasan: Peninjauan intensif di Jl. Malabar, Jl. Raya Kalimalang, serta Jl. KH. Noer Ali yang kerap menjadi titik leher botol (bottleneck) saat arus mudik.
Tak hanya jalur Kalimalang, rombongan juga bergerak meninjau sisi barat Bekasi melalui Jl. I Gusti Ngurah Rai via Jl. Bintara Jaya dan Jl. Malaka Baru. Jalur ini merupakan akses vital bagi masyarakat yang bergerak dari arah Jakarta Timur menuju pusat Kota Bekasi.
Komitmen Keamanan dan Infrastruktur
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa inspeksi lapangan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan langkah mitigasi untuk mendeteksi dini hambatan fisik maupun teknis di jalan raya.
"Inspeksi jalur ini penting dilakukan agar kita dapat melihat langsung kondisi riil di lapangan. Jika ditemukan lubang jalan yang membahayakan, marka jalan yang pudar, atau titik yang berpotensi macet parah, kita bisa segera instruksikan dinas terkait untuk melakukan penanganan cepat sebelum puncak arus mudik tiba," ujar Tri Adhianto.
Baca Juga: Bidik Status Kota Sinema, Pemprov DKI Resmi Gulirkan Insentif Pajak 50% bagi Film Nasional
Poin Strategis Peninjauan:
- Kualitas Infrastruktur: Memastikan permukaan aspal/beton rata dan bebas dari kerusakan yang dapat menyebabkan kecelakaan.
- Manajemen Lalu Lintas: Menilai kesiapan rekayasa lalu lintas di persimpangan strategis.
- Fasilitas Pendukung: Memastikan kesiapan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan posko-posko kesehatan serta pengamanan.
Sinergi Lintas Sektoral
Menyadari kompleksitas pengaturan arus mudik di wilayah penyangga ibu kota, Tri Adhianto menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota, Kepolisian (Polres Metro Bekasi Kota), TNI, dan Dinas Perhubungan.
"Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait adalah kunci. Kita ingin mewujudkan mudik yang tertib dan lancar. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar warga yang melintas di Bekasi merasa dilindungi dan nyaman," tambahnya.
Melalui langkah persiapan yang dilakukan lebih awal ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap risiko kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin dan kelancaran arus lalu lintas dapat terjaga meski volume kendaraan diprediksi akan meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Peringatan HUT ke 29 Kota Bekasi, Sinergi Eksekutif-Legislatif Menuju Metropolitan yang Keren dan Nyaman
Kado HUT ke 29, Gubernur Jabar Restui Pembangunan Lapangan Olahraga Kedua di Pondok Gede
Mengenal Sosok Idi Susanto, Arsitek di Balik Transformasi Infrastruktur dan Kendali Banjir Kota Bekasi
Matangkan Arah Pembangunan 2027, Komisi II DPRD Kota Bekasi Sisir Rencana Kerja Infrastruktur dan Riset Daerah
Perkuat Karakter Siswa, SMPN 1 Pace Selenggarakan Pondok Ramadhan dan Penyaluran Zakat Fitrah