NAWACITAPOST.COM – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum bagi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pace untuk memperdalam nilai-nilai spiritualitas dan sosial para siswanya.
Melalui sinergi dengan masyarakat lokal, sekolah ini menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Ihya’ulumiddin, Desa Pacewetan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Plt Kepala SMPN 1 Pace, Tri Sumartana, melalui Mohamad Iksan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang untuk membentuk karakter religius dan humanis. Program ini berlangsung selama satu minggu penuh.
Baca Juga: KKP Dorong Percepatan Pembangunan SPBUN di Kampung Nelayan Merah Putih Jepara
Kurikulum Komprehensif: Dari Fiqih Hingga Anti-Bullying
"Kegiatan Pondok Ramadhan dibagi secara proporsional guna memastikan seluruh siswa mendapatkan pendalaman yang intensif. Jadwal pelaksanaan juga diatur yaitu Kelas 7 selama 2 Hari, Kelas 8 juga 2 Hari dan Kelas 9 sama juga 2 Hari," ucap Kepala SMPN 5 Nganjuk yang akrab disapa Tri diruang kerjanya, pada Jum'at (13/3/2026).
Menurutnya Tri, materi yang disampaikan tidak hanya terbatas pada aspek ritual keagamaan, tetapi juga menyentuh isu sosial kontemporer.
"Selama kegiatan, anak-anak diberikan materi tentang keislaman, keberagaman, dan moderasi beragama. Kami juga menyelipkan edukasi penting mengenai anti-bullying dan anti-narkoba, serta kegiatan tadarus Al-Quran bersama," jelasnya.
Baca Juga: Bidik Status Kota Sinema, Pemprov DKI Resmi Gulirkan Insentif Pajak 50% bagi Film Nasional
Eks Kepala SMPN 6 Nganjuk ini menambahkan bahwa, pihak sekolah selain pemateri dari internal guru, juga menghadirkan pemateri eksternal untuk memberikan wawasan yang lebih luas.
"Agenda kegiatan pondok Ramadhan harian dimulai sejak pagi dengan Sholat Dhuha berjamaah dan dzikir, kemudian diakhiri dengan Sholat Dhuhur berjamaah sebelum siswa kembali ke rumah masing-masing," imbuhnya.
Pemantauan Ibadah Digital dan Mandiri
Tak hanya di sekolah, pihak SMPN 1 Pace juga memantau aktivitas ibadah siswa di rumah. Para siswa yang beragama Islam dianjurkan menjalankan ibadah puasa, sholat berjamaah, dan mengikuti kajian di lingkungan tempat tinggal, dan bagi siswa yang tinggal di daerah terpencil dan minim akses kajian fisik, sekolah memberikan solusi inovatif.
Artikel Terkait
Profil Tokoh Nasional Nusron Wahid, Sang Organisatoris Ulung dari Pantura
Krisis Energi Global, Thailand Wajibkan WFH Bagi ASN, Filipina Pangkas Hari Kerja
Wali Kota Bekasi Minta Tangan Dingin KDM Tuntaskan Sengketa Aset Perbatasan
Peringatan HUT ke 29 Kota Bekasi, Sinergi Eksekutif-Legislatif Menuju Metropolitan yang Keren dan Nyaman
Kado HUT ke 29, Gubernur Jabar Restui Pembangunan Lapangan Olahraga Kedua di Pondok Gede