Minggu, 19 Juli 2026

KKP Dorong Percepatan Pembangunan SPBUN di Kampung Nelayan Merah Putih Jepara

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Kamis, 12 Maret 2026 | 19:51 WIB
Ilustrasi Kampung Nelayan Merah Putih Bumiharjo, Jepara, Jawa Tengah, yang dilengkapi dengan SPBUN Nelayan  (Ai)
Ilustrasi Kampung Nelayan Merah Putih Bumiharjo, Jepara, Jawa Tengah, yang dilengkapi dengan SPBUN Nelayan (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen memperkuat ekosistem perikanan tangkap di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dengan mengupayakan penambahan fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

Langkah strategis ini difokuskan di lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Jepara, guna melengkapi infrastruktur yang sudah ada dan menekan biaya operasional para pelaut lokal.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa keberadaan SPBUN merupakan potongan "puzzle" terakhir yang krusial untuk menjadikan KNMP Bumiharjo sebagai kawasan perikanan terintegrasi yang ideal.

Baca Juga: Profil Tokoh Nasional Nusron Wahid, Sang Organisatoris Ulung dari Pantura

Kolaborasi Investasi dan Optimalisasi Fasilitas

Dalam kunjungannya pada Jum'at (6/3/2026), Menteri Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung kesiapan berbagai fasilitas pendukung di KNMP Bumiharjo. Meski infrastruktur seperti pabrik es dan cold storage sudah beroperasi, akses bahan bakar yang dekat masih menjadi kendala utama bagi efisiensi nelayan.

"Fasilitas yang ada sudah sesuai harapan, mulai dari pabrik es hingga cold storage. Satu lagi yang belum sebetulnya adalah SPBUN, jadi idealnya ini segera kita buka untuk semua," ujar Menteri Trenggono di sela-sela peninjauannya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, KKP secara terbuka mengundang keterlibatan aktif dari berbagai pihak, baik melalui jalur koperasi nelayan maupun pelaku usaha swasta. Strategi ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal melalui pengelolaan bisnis bahan bakar yang profesional.

Potensi Ekonomi Desa Bumiharjo

Urgensi pembangunan SPBUN ini didorong oleh geliat ekonomi perikanan yang tinggi di Desa Bumiharjo. Saat ini, tercatat ada sekitar 250 nelayan aktif yang mengandalkan kapal tradisional berukuran 5-10 GT.

Baca Juga: Peringatan HUT ke 29 Kota Bekasi, Sinergi Eksekutif-Legislatif Menuju Metropolitan yang Keren dan Nyaman

Desa ini dikenal sebagai penghasil komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi, seperti:

  • Ikan Layur (komoditas ekspor utama)
  • Ikan Tongkol

Dengan jarak tempuh ke lokasi pengisian bahan bakar yang lebih dekat, margin keuntungan nelayan diprediksi akan meningkat signifikan seiring berkurangnya biaya logistik hulu.

Modernisasi Teknologi dan Kesejahteraan

Selain fokus pada bahan bakar, Menteri Trenggono juga menekankan pentingnya adopsi teknologi modern untuk menjaga rantai dingin (cold chain). Penggunaan teknologi slurry ice (es bubur) menjadi prioritas agar kualitas ikan tetap segar dari saat didaratkan hingga sampai ke tangan konsumen atau pasar yang lebih luas.

Inovasi dan Fasilitas yang Tersedia di KNMP Bumiharjo:

  • Pabrik Es (Slurry Ice): Menjaga kualitas dan kesehatan ikan hasil tangkapan agar bernilai jual tinggi.
  • Shelter Pendaratan: Area bongkar muat hasil laut yang lebih tertata dan higienis.
  • Bengkel Nelayan: Pemeliharaan armada; akan segera dilengkapi mesin penarik kapal otomatis.
  • Cold Storage: Fasilitas pendingin untuk menjaga stok ikan saat produksi melimpah.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Minta Tangan Dingin KDM Tuntaskan Sengketa Aset Perbatasan

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini