Senin, 6 Juli 2026

Bea Cukai Kanwil Jawa Timur I Catat Penerimaan Rp38,99 Triliun pada Semester I 2026

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, M. Suud, Nawacita Post
- Senin, 6 Juli 2026 | 14:32 WIB
 
 
 
Sidoarjo Nawacitapost - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) jawa Timur I menyampaikan capaian kinerja Semester I Tahun 2026 dalam kegiatan Media Gathering dan Penyampaian Kinerja Semester I Tahun 2026 yang dihadiri oleh unsur aparat penegak hukum serta insan media dari berbagai media televisi, radio, media cetak, dan media daring. (6/7/2026)
 
Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Rusman Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas kepada publik sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan media sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan tugas Bea Cukai. 
 
"Sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting bagi Bea Cukai dalam menjalankan fungsi sebagai revenue collector, community protector, serta trade facilitator dan industrial assistance." 
 
Kami mengapresiasi dukungan seluruh aparat penegak hukum dan insan media yang selama ini turut berkontribusi dalam menjaga penerimaan negara, melindungi masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Rusman. 
 
Kanwil DJBC Jawa Timur I mengemban amanah yang strategis dengan target penerimaan kepabeanan dan cukai Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp88,03 triliun, atau sekitar 26,20 persen dari target penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara nasional. 
 
Hingga Semester I Tahun 2026, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp38,99 triliun atau 44,29 persen dari target APBN. Penerimaan tersebut terdiri atas Cukai sebesar Rp36,19 triliun, Bea Masuk sebesar Rp2,49 triliun, dan Bea Keluar sebesar Rp300 miliar. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, penerimaan Bea Masuk tumbuh 8,11 persen, sedangkan penerimaan Bea Keluar dan Cukai masing-masing mengalami penurunan 3,72 persen dan 1,10 persen. Penurunan penerimaan cukai dipengaruhi oleh berkurangnya produksi hasil tembakau pada periode November–Desember 2025 serta Maret 2026, sementara pertumbuhan Bea Masuk didorong oleh meningkatnya nilai dan volume impor serta kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. 
 
Selain menghimpun penerimaan negara, Kanwil DJBC Jawa Timur I juga terus memperkuat fungsi pengawasan melalui sinergi dengan aparat penegak hukum. Hingga Juni 2026, Bea Cukai telah melakukan 1.138 penindakan di bidang kepabeanan dan cukai dengan nilai barang hasil penindakan mencapai Rp1,42 triliun. 
 
Di bidang cukai, Bea Cukai berhasil melakukan 556 penindakan terhadap peredaran rokok ilegal dengan barang hasil penindakan sebanyak 152,90 juta batang senilai Rp227,4 miliar, sehingga potensi kerugian negara yang berhasil diamankan mencapai Rp140,67 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah penindakan meningkat sekitar 
33 persen, jumlah rokok ilegal yang diamankan meningkat dari 98,78 juta batang menjadi 152,90 juta batang, sedangkan nilai barang hasil penindakan meningkat sekitar 56 persen. 
 
Sebagian besar pelanggaran masih didominasi oleh rokok polos dan rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM). Dibandingkan Semester I Tahun 2025, jumlah penindakan maupun nilai barang hasil penindakan menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencerminkan semakin efektifnya pengawasan dan penegakan hukum di bidang cukai. 
 
Pada periode yang sama, Kanwil DJBC Jawa Timur I juga berhasil melakukan enam penindakan terhadap penyelundupan narkotika dan obat-obatan tertentu, meliputi etomidate, methamphetamine, ganja, dan ketamine. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan koordinasi yang erat dengan aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari masuk dan beredarnya barang-barang berbahaya.  
 
Di sisi lain, Bea Cukai terus menjalankan fungsi sebagai fasilitator perdagangan dan pendamping industri melalui pemberian berbagai fasilitas kepabeanan. Hingga Semester I Tahun 2026, nilai penangguhan Bea Masuk yang diberikan mencapai Rp797,35 miliar, yang terdiri atas fasilitas Kawasan Berikat sebesar Rp785,15 miliar dan Gudang Berikat sebesar Rp12,2 miliar. Selain itu, fasilitas pembebasan Bea Masuk juga terus dimanfaatkan oleh pelaku usaha sesuai ketentuan yang berlaku.  
 
Pemberian fasilitas tersebut memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi dunia usaha. Hingga Semester I Tahun 2026, perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat berkontribusi sekitar 23 persen terhadap total nilai ekspor Jawa Timur, memiliki rasio nilai ekspor terhadap impor mencapai 320 persen, sedangkan perusahaan penerima fasilitas KITE mencatat rasio ekspor terhadap impor sebesar 235,32 persen. Selain itu, jumlah tenaga kerja pada perusahaan penerima fasilitas juga meningkat sebanyak 1.406 orang dibandingkan Semester I 2025. Capaian tersebut menunjukkan bahwa fasilitas kepabeanan tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.  
 
Ke depan, Kanwil DJBC Jawa Timur I akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan terhadap peredaran barang ilegal, serta mengoptimalkan pemberian fasilitas kepabeanan dan cukai guna mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 
 
Keberhasilan Bea Cukai bukan hanya diukur dari besarnya penerimaan negara yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari kemampuan kami melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal serta mendukung dunia usaha agar semakin berdaya saing. Seluruh capaian tersebut tentu tidak dapat kami raih sendiri. Kami akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan media sebagai mitra strategis dalam mewujudkan
Penerimaan negara yang optimal, penegakan hukum yang efektif, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya (**/sud)
 

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini