NAWACITAPOST.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan langkah cepat dan intensif dalam menangani dampak tanah longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Melalui koordinasi lintas sektoral, otoritas terkait menargetkan seluruh operasional pembuangan dan pengelolaan sampah warga Jakarta akan kembali pulih sepenuhnya dalam waktu satu pekan ke depan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengungkapkan bahwa fokus utama tim di lapangan saat ini adalah evakuasi material longsoran dan penataan ulang zona terdampak, khususnya di Zona 4A.
“Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian,” ujar Asep dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Rayakan HUT ke-29, Kota Bekasi Bertransformasi Menuju Metropolis Hijau dan Harmonis
Strategi Penanganan Teknis dan Infrastruktur
Langkah mitigasi yang diambil DLH DKI mencakup pembersihan total aliran sungai yang terhambat oleh material sampah. Material tersebut dialihkan ke area penimbunan di Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar.
Proses ini krusial untuk memastikan aliran sungai kembali lancar dan mencegah luapan air ke badan jalan yang dapat mengganggu aksesibilitas kendaraan pengangkut sampah.
Selain pembersihan lahan, Pemprov DKI juga melakukan perbaikan struktural pada infrastruktur pendukung:
- Perbaikan Turap: Penguatan tanggul kali di dua titik strategis yang terdampak luapan air guna mencegah erosi susulan.
- Stabilisasi Zona Timbunan: Pemeliharaan intensif di Zona 3 Kepala Burung dan Zona 4 Besar untuk meminimalkan risiko longsor di masa mendatang.
Rekayasa Operasional dan Pengalihan Kapasitas
Meski proses pemulihan di Zona 4 masih berlangsung, DLH memastikan pelayanan pembuangan sampah dari Jakarta tidak terhenti. Saat ini, pembuangan difokuskan pada tiga zona aktif: Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas daya tampung mencapai 4.000 ton per hari.
Baca Juga: Dari Aktivis Mahasiswa Menuju Kursi Ketua DPRD Kota Bekasi, Berikut Ini Profil Dr. Sardi Efendi
Jika penataan Zona 4 Besar rampung sesuai jadwal, kapasitas layanan akan bertambah signifikan sebesar 1.500 ton per hari, sehingga tekanan pada zona aktif lainnya dapat berkurang.
Optimalisasi Fasilitas RDF dan PLTSa
Sebagai langkah darurat sekaligus jangka panjang, Pemprov DKI mengalihkan sebagian beban sampah ke fasilitas pengolahan sampah modern (waste-to-energy), antara lain:
- RDF Plant Bantargebang: Mengolah sekitar 800 ton sampah per hari menjadi bahan bakar alternatif.
- PLTSa Merah Putih: Pembangkit listrik tenaga sampah dengan kapasitas 100 ton per hari.
- RDF Plant Rorotan: Fasilitas terbaru yang menjadi kunci stabilitas layanan selama masa pemulihan.
Asep menjelaskan bahwa RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan hari ini dengan kapasitas awal 300 ton per hari.
Artikel Terkait
Tragedi Ledakan Kapal di Selat Hormuz, Tiga ABK Asal Indonesia Dinyatakan Hilang
Rekam Jejak dan Profil Manto Jorghi Kepala Diskominfo Kota Depok
HUT ke-29 Kota Bekasi, Wali Kota Salurkan Bantuan Disabilitas dan Beri Peringatan Keras Terkait Disiplin ASN
Hadapi Gejolak Global Konflik Timur Tengah, Gubernur DKI Jakarta Instruksikan Penguatan Ekonomi
DPR RI Ingatkan Pemerintah Siapkan Skenario Mitigasi Energi di Tengah Gejolak Selat Hormuz