NAWACITAPOST.COM — Jeritan histeris pecah di udara Kelurahan Muara Manompas, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Tanah eks-transmigrasi yang selama puluhan tahun menjadi tumpuan hidup warga, kini basah oleh darah. Konflik penguasaan lahan yang membara selama berbulan-bulan akhirnya meledak menjadi tragedi berdarah pada Selasa, (23/6/2026).
Satu nyawa terancam melayang, belasan warga luka-luka. Ini bukan sekadar bentrokan biasa, melainkan klimaks dari sebuah keputusasaan masyarakat yang laporannya diduga kuat sengaja diabaikan oleh aparat penegak hukum setempat.
Kronologi Tragedi: "Aparat Tertidur", Korporasi Berkuasa
Selama puluhan tahun, warga Muara Manompas hidup damai. Mereka menanam pohon, merawat ladang, dan membangun masa depan di atas tanah eks-transmigrasi tersebut secara turun-temurun. Namun, kedamaian itu sirna seketika sejak beberapa bulan lalu.
Baca Juga: Bekasi Darurat Listrik: Wali Kota Tri Adhianto Ambil Langkah Taktis, Pelayanan Publik Haram Lumpuh!
Pihak luar merangsek masuk membawa alat berat. Tanpa izin yang jelas, mereka melakukan tindakan semena-mena:
-
Mematok batas wilayah secara sepihak.
-
Merusak tanaman tahunan yang menjadi sumber nafkah utama warga.
-
Membabat habis hutan rakyat yang dilindungi masyarakat.
Suara Jeritan Masyarakat:
"Kami sudah berulang kali melapor ke Polres Tapanuli Selatan. Kami mengadu, kami meminta perlindungan. Tapi apa hasilnya? Nol besar! Kapolres dan jajarannya seolah 'tertidur' dan menutup mata. Janji mereka hanya pemanis bibir, sementara di lapangan kami dibiarkan berjuang sendiri melawan premanisme korporasi!" ungkap salah satu warga dengan suara bergetar menahan amarah.
Dugaan Konspirasi: Jejak PT SKL dan Backing Oknum Berpangkat
Dugaan keterlibatan kekuatan besar di balik tragedi ini semakin menyeruak. Berdasarkan investigasi dan keterangan di lapangan, alat-alat berat yang digunakan untuk meluluhlantakkan harta benda warga diduga kuat milik PT Samukti Karya Lestari (PT SKL).
Masyarakat kini bertanya-tanya dengan nada skeptis:
-
Mengapa perusahaan bisa begitu adidaya menggunakan alat berat di lahan yang berstatus sengketa?
-
Ke mana aparat keamanan saat perusakan terjadi? Mengapa mereka mendadak "pudar" dan lambat bertindak?
Artikel Selanjutnya
Investasi 'Siluman' Vila dan Galangan Kapal Ancam Surga Konservasi Wairterang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Tags
Terkini
Kepungan Api Karhutla Ancam RSJ Sambang Lihum Kalsel, 167 Pasien Dievakuasi Khusus
Rabu, 23 September 2026 | 18:51 WIB Tragedi Uang Setoran: Sopir Truk di Bali Dibakar Bosnya hingga Kritis
Rabu, 23 September 2026 | 18:43 WIB Update Korban Banjir Bandang Solok: Duo Warga Hilang dan Puluhan Jiwa Mengungsi
Selasa, 22 September 2026 | 20:59 WIB MPC Pemuda Pancasila Surabaya Perkuat Konsolidasi di PAC Jambangan, Ngopi Bareng Jadi Ruang Satukan Barisan
Minggu, 20 September 2026 | 19:38 WIB DVI Polri Identifikasi 9 Korban KM Virgo Transport 8, Semua Sudah Diserahkan ke Keluarga
Minggu, 20 September 2026 | 10:42 WIB Dorong Kemandirian dan Produktivitas, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Bekali Penerima Manfaat Jaminan Pensiun Lewat PEKA
Kamis, 17 September 2026 | 16:30 WIB Berangkat Kerja Pertama Kali, Jeyvon Hilang Bersama KM Virgo Transport 8, Ayahnya Bertahan di Posko
Senin, 14 September 2026 | 16:16 WIB Petaka di Tengah Arisan Keluarga: Insiden Longsor di Sanehen Aceh Tengah Telan Korban
Senin, 14 September 2026 | 15:54 WIB Dua Keponakan Hilang Kontak di Virgo Transport 8, Paman dari Banjarnegara Bertahan di Pelabuhan Surabaya
Senin, 14 September 2026 | 11:35 WIB Keluarga ABK Virgo Transport 8 di Lumajang Berharap Edi Sukamto Segera Ditemukan
Senin, 14 September 2026 | 11:32 WIB Update Pencarian Kapal Virgo Transport 8 yang Hilang Kontak di Laut Jawa
Senin, 14 September 2026 | 10:55 WIB Kebakaran Wisata Bromo Meluas, Kepanikan Melanda Pengunjung Hingga Akses Ditutup Total
Senin, 14 September 2026 | 10:55 WIB Posyandu Remaja Sehati Resmi Dikukuhkan, FK UWKS bersama Pondok Paliatif RW12 Wage Edukasi Leukemia dan Anemia
Minggu, 13 September 2026 | 21:41 WIB Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Basarnas Surabaya Kerahkan Kapal SAR dan Helikopter
Minggu, 13 September 2026 | 16:37 WIB Tragedi Berdarah Tol Jombang-Mojokerto: Hiace Oleng Hantam Truk Gipsum, 4 Orang Tewas
Sabtu, 12 September 2026 | 20:58 WIB Laju Kencang Ioniq 6 Berakhir Tragis: Hantam Separator Tomang Hingga Hangus Terbakar
Sabtu, 12 September 2026 | 13:03 WIB Karhutla Gunung Bromo Kembali Berkobar, Api Merembet ke Gunung Kursi
Sabtu, 12 September 2026 | 00:40 WIB Lima Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, PFI Surabaya Gelar Doa Bersama dan Soroti Keselamatan
Sabtu, 12 September 2026 | 00:37 WIB Air Keruh Belum Beres, Gempar Jatim Bongkar Dugaan Privatisasi Air: Desak PJT I Putus Aliran ke Perumahan Elit
Jumat, 11 September 2026 | 12:51 WIB Kebakaran Landa Gedung RSSA Malang, Puluhan Pasien Anak Dievakuasi
Jumat, 11 September 2026 | 07:27 WIB
Artikel Terkait
Investasi 'Siluman' Vila dan Galangan Kapal Ancam Surga Konservasi Wairterang!
Nakhoda Baru Jantung Organisasi: Basirun Resmi Pegang Kendali Kabid OKK PWRI Bogor Raya!
Anggaran Belum Cair, Hajat Pilkades Serentak 154 Desa di Bekasi Terancam Lumpuh!
Tiga Tahun di Neraka Penyekapan, Mengapa Birokrasi Justru Menghambat Keadilan?
Alarm Bahaya Kemarau Ekstrem: Jabar Bersiap Hadapi Ancaman 'Dua Sisi' Krisis Kesehatan!