Rabu, 5 Agustus 2026

Basarnas Resmi Alihkan Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa II ke Status Siaga, 238 Korban Dipastikan Terevakuasi

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:59 WIB

NAWACITAPOST.COM - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan keputusan tersebut diambil setelah proses sinkronisasi data manifes penumpang antara pihak syahbandar dan operator kapal selesai dilakukan.

"Secara resmi, operasi SAR khusus penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II saya alihkan menjadi operasi rutin, yaitu operasi kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya," ujar Syafii dalam konferensi pers di Gedung Gapura Surya Nusantara, Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan hasil pencocokan data, jumlah penumpang dan awak kapal yang berada di atas KMP Mutiara Sentosa II dipastikan sebanyak 238 orang. Dari jumlah tersebut, 233 orang selamat, sedangkan lima orang meninggal dunia.

Baca Juga: Tim DVI Polda Jatim Serahkan Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II ke Keluarga, Empat Korban Sudah Dipulangkan

Meski operasi SAR khusus dihentikan, Basarnas tetap menempatkan personel di wilayah perairan sekitar lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila masih terdapat laporan baru dari keluarga korban.

Syafii menjelaskan para korban berhasil dievakuasi oleh sejumlah unsur SAR gabungan. KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 110 korban selamat, disusul TB Hasnur sebanyak 62 orang, KRI Nala 30 orang, Selaras Mas 13 orang, KN Permadi sembilan orang, dan KMP Mutiara Ferindo I delapan orang.

Sementara itu, lima korban meninggal dunia dievakuasi oleh KM Meratus Pematang Siantar sebanyak dua orang, KRI Nala dua orang, dan KMP Mutiara Ferindo I satu orang.

Baca Juga: Tim DVI Polda Jatim Identifikasi 5 Korban KMP Mutiara Sentosa II Seluruh Jenazah Berhasil Dikenali

Dalam evaluasi awal, Basarnas menyebut sebagian besar penumpang telah mengenakan jaket pelampung setelah mendapat instruksi dari awak kapal ketika kebakaran terjadi.

"Korban meninggal dunia diduga bukan akibat terbakar, tetapi terjatuh dari ketinggian saat bertahan di anjungan kapal yang kemudian mengalami kemiringan," ungkap Syafii.

Ia juga mengakui proses penyelamatan menghadapi tantangan karena tidak semua kapal penolong memiliki pintu rampa yang sejajar dengan permukaan laut. Akibatnya, sejumlah korban harus naik melalui tangga tali dengan kondisi gelombang yang cukup menyulitkan.

Baca Juga: Menhub Pastikan KMP Mutiara Sentosa 2 Tidak Tenggelam, Api Padam tetapi Asap Masih Mengepul

Di akhir keterangannya, Syafii menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan, mulai dari TNI, Polri, instansi pemerintah, hingga relawan dan nelayan yang turut membantu proses evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. ***

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini