NAWACITAPOST.COM — Suasana dingin dan tenang di kawasan Simpang Mengkreng, Purwoasri, Kediri, mendadak berubah menjadi panggung teror yang mencekam pada Rabu (22/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.48 WIB. Sebuah insiden mengerikan nyaris memicu tragedi besar ketika Kereta Api (KA) Brantas relasi Pasar Senen–Blitar melaju kencang melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang menutup.
Di detik-detik yang merindingkan itu, suara gemuruh mesin baja KA Brantas kian mendengung. Lengkingan klakson panjang (Semboyan 35) memecah keheningan malam, bertabrakan langsung dengan sebuah truk wingbox raksasa yang sudah telanjur meluncur menyeberangi rel. Jarak antara moncong kereta dan bodi truk hanya berjarak hitungan detik dari bencana.
Pahlawan Malam: Teriakan Pedagang Asongan Gagalkan Bencana
Ketegangan mencapai puncaknya di petak jalan Kertosono–Papar tersebut. Beruntung, maut berhasil ditolak. Aksi heroik dan refleks cepat dari pedagang di sekitar lokasi kejadian menjadi penyelamat utama malam itu.
Mendengar semboyan kereta yang terus meraung, pedagang asongan secara sigap berlari dan berteriak histeris untuk menghentikan laju kendaraan yang hendak melintas.
"Hampir saja terjadi kecelakaan antara KA Brantas tujuan Stasiun Blitar dengan truk kontainer dikarenakan penjaga JPL yang ketiduran hingga tidak menutup palang perlintasan rel. Untung ada pedagang asongan yang berteriak di sana," tulis akun Instagram @zukoardianlibra4, mengutip momen menegangkan yang diunggahnya hingga viral di media sosial.
Usai melintasi momen kritis tersebut, warga dan perekam video yang tersulut emosi langsung mengerudungi pos penjagaan jalan lintasan (JPL). Dalam rekaman yang beredar, warga tampak mengetik kaca jendela pos untuk membangunkan petugas yang diduga terlelap di jam-jam rawan.
"Ketiduran? Yang jaga di mana ini? Mas, woy, ketiduran ya? Untung selamat, aku setop ini! Aku denger semboyan, terus langsung lari. Ketiduran itu pas jamnya Brantas," cetus perekam video dengan nada penuh ketegangan.
Baca Juga: Aksi Nyata Promedia Group dan SKI Sulap Atap Lapuk Wartawan Jadi Hunian Mewah Berkelas
Respon Tegas KAI: Petugas Langsung Dicopot dan Diberi Pembinaan
Menanggapi video viral yang memicu keresahan publik tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bertindak cepat. Melalui kolom komentar unggahan, pihak KAI menyampaikan permohonan maaf mendalam dan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan adalah prioritas mutlak yang tak bisa ditawar.
Hasil investigasi internal mengonfirmasi adanya kelalaian fatal di lapangan. Petugas yang berdinas malam itu terbukti mengabaikan standar operasional prosedur (SOP).
Tindakan Tegas KAI:
-
Sanksi dan Evaluasi: Petugas yang bersangkutan telah dijatuhi pembinaan sesuai aturan berlaku.
-
Pencopotan: Petugas dipastikan tidak lagi ditugaskan di lokasi perlintasan Simpang Mengkreng.
-
Peningkatan Pengawasan: Lokasi kejadian langsung mendapatkan pendampingan dan pengawasan ketat dari tim Jalan dan Jembatan 7.3 Kertosono.
Meski sempat diwarnai kepanikan luar biasa di jalur penyeberangan, pihak KAI memastikan bahwa insiden ini tidak sampai mengganggu ketepatan waktu maupun jadwal perjalanan KA Brantas.
Artikel Selanjutnya
Dahsyat! Ledakan Maut Ratakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Dahsyat! Ledakan Maut Ratakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan
Guncang Publik! Hotman Paris Layangkan Permintaan Maaf Terbuka untuk Presiden Prabowo
Jejak Gelap Pelarian Liburan Mewah: WNI Asal Madiun Diduga 'Manfaatkan' Open Trip Korea demi Kerja Ilegal!
Dana Hibah dan Bantuan PIP Disorot, Kepala Dinas Pendidikan Padangsidimpuan Didesak Buka Dokumen Pengelolaan Anggaran
Sandiwara di Balik Tirai Sutra? Dugaan Data Fiktif Korban Banjir Padangsidimpuan Seret Sorotan ke DPRD dan Pemko