NAWACITAPOST.COM — Tangis histeris tak terbendung dari Suryati (50), seorang Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 1 Bebesen, Aceh Tengah, saat menyaksikan tempat tinggalnya rata dengan tanah akibat dilalap si jago merah. Peristiwa nahas yang menghanguskan kediamannya tersebut terjadi pada Selasa (1/9) pagi.
Insiden kebakaran melalap bangunan rumah korban saat ditinggal bekerja. Salah seorang warga setempat, Hendria (38), mengaku melihat kepulan asap pekat pertama kali membubung dari area dapur rumah korban sebelum api membesar.
"Saat kejadian, kondisi rumah dalam keadaan kosong lantaran (korban) sedang berada di sekolah untuk mengajar," kata Hendria di lokasi, Aceh Tengah, Selasa (1/9).
Baca Juga: KDM Menuju 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Meroket Melampaui Prabowo, Skenario Suksesi Memanas
Melihat kobaran api, warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Namun, tiupan angin membuat api merambat cepat dan sempat menyambar sebagian bangunan milik tetangga korban, Sulaiman (53).
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufiq, mengonfirmasi bahwa jajarannya langsung bergerak ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dan mengamankan area sekitar.
"Petugas bersama warga langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke bangunan lain," kata Taufiq dalam keterangannya, Rabu (2/9).
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan ke lokasi kejadian sekitar pukul 08.10 WIB. Petugas damkar bersama kepolisian dan warga akhirnya berhasil mejinakkan si jago merah sepenuhnya pada pukul 08.45 WIB.
Baca Juga: Usut Kasus Penghalangan Wartawan, Polres Sibolga Genjot Penyelidikan Berlandaskan UU Pers
Momen pilu yang menimpa Guru SDN 1 Bebesen Aceh ini mendadak terekam dan menjadi sorotan netizen setelah diunggah oleh akun Instagram @kebergayo pada Rabu (2/9). Dalam video tersebut, tampak Suryati yang baru tiba di lokasi tak mampu menahan duka mendalam sembari ditenangkan oleh rekan-rekan sesama guru.
"Rumah terbakar hebat, Ibu Suryati tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi rumahnya," tulis postingan akun tersebut.
Pihak kepolisian telah memasang garis polisi untuk keperluan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti munculnya titik api.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kendati demikian, kerugian material yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp350 juta.(***)
Artikel Terkait
Skandal Korupsi Chromebook: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Perberat Vonis Ibam Jadi 5 Tahun
Minuman Rasa Susu MBG Anak TK di Bogor Tuai Kecaman Publik
Tergiur Iming-Iming Gaji Besar, Delapan WNI Diduga Terjebak Perekrutan Tentara Rusia
Penutupan Stasiun Karet Dinilai Tidak Efektif, Penumpang Menumpuk di BNI City
Bupati Pangandaran Ungkap Detik-detik Menegangkan Saat Jembatan Gantung Pongpet Ambruk