NAWACITAPOST.COM — Pecinta alam sekaligus pegiat satwa liar, Muhammad Panji alias Panji Petualang, mendapati situasi mencekam saat menemukan langsung titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Peristiwa tersebut direkam dan diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @panjipetualang_real, pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Insiden berawal saat Panji bersama timnya sedang melakukan perjalanan darat dari kawasan Pelabuhan Tanjung Batu menuju Kota Berau. Di tengah kegelapan malam, ia memperlihatkan kobaran lidah api yang membakar pepohonan, semak belukar, serta area lahan di pinggir jalan raya poros.
"Sudah bingung mau ngomong apa, ini kita mau lewat pindah lokasi ke tempat lain. Ada kebakaran hutan pas di pinggir jalan," kata Panji.
"Dan ini apinya besar banget, ini sekarang banget ini, lagi di Berau di Kalimantan Timur," sambungnya.
Dalam tayangan tersebut, Panji menyoroti minimnya sarana penanganan awal dan belum terlihatnya petugas di lokasi saat ia melintas. Ia menilai besarnya kobaran api tidak mungkin diselesaikan dengan peralatan seadanya.
"Mau matikan api pakai apa? Kita enggak bawa alat juga, nyiram juga gimana? Warga juga enggak ada," ungkap Panji.
"Belum ada petugas yang datang, tapi sudah koordinasi. Apinya makin gede, tuh lihat ini enggak bisa dimatikan cuma disiram ember, mustahil. Enggak bisa ini," imbuhnya.
Melalui keterangan unggahannya, Panji menegaskan bahwa posisi amukan si jago merah sangat membahayakan karena berada di dekat fasilitas umum dan infrastruktur penting.
"Ini cukup berbahaya, karena di sebelah kanan kita terdapat tiang listrik dan tower," ungkap Panji.
"Kita harus segera melakukan penanganan, sebelum api semakin meluas dan mendekati fasilitas di sekitar lokasi," tambahnya.
Berdasarkan informasi lanjutan yang diterima Panji, penanganan karhutla tersebut kini telah dilakukan oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama masyarakat setempat. Kendati demikian, kondisi di lapangan dilaporkan kian mengkhawatirkan akibat keterbatasan pasokan air dan stamina warga yang terkuras.
"Malam ini warga juga tidak bisa tidur. Mereka harus terus siaga karena khawatir api menyeberang," tutur Panji.
"Persediaan air sudah menipis, sementara warga juga sudah kelelahan karena berusaha menghadapi kebakaran ini," imbuhnya.
Menyaksikan langsung perjuangan warga dan petugas di tengah kepungan api, Panji menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap bantuan alam dapat segera datang untuk meredakan krisis tersebut.
"Kasihan sekali melihat kondisi mereka. Kita doakan semoga semuanya tetap aman, api segera bisa dikendalikan," sebutnya.
"Dan yang paling kita harapkan tentu saja hujan. Semoga hujan segera turun dan membantu memadamkan api di wilayah ini," tutup Panji.
Artikel Terkait
Gempur Kali Bekasi, Tim Gabungan Buru Pipa Siluman Pembuang Limbah Industri
Kawal 249 Dapur Gizi, Wali Kota Bekasi Perketat Pengawasan Makan Gratis
CFD Kota Bekasi Disulap Jadi Panggung Nusantara, Wali Kota Ajak Warga Bergotong Royong
Gemuruh 2.000 Penari Muda Ramaikan PNBK, Hipnotis Ribuan Warga Kota Bekasi
Peringati HUT ke-81 RI, Pemkab Pesawaran Gelar Upacara Khidmat dan Sentuh Para Veteran
Aksi Spektakuler Lompat Batu Nias Pukau Puluhan Ribu Penonton PNBK Bekasi