Jombang, NAWACITAPOST.COM - Gelombang jamaah dari berbagai daerah terus mengalir ke Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menyemarakkan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Tambakberas. Salah satunya rombongan Yalal Wathon (Romya) dari Masjid Al Barokah, Watasa, Sidoarjo, yang datang dengan semangat ngalap berkah sekaligus menapaktilasi sejarah perjuangan para ulama NU.
Ketua Romya, Dr. Atho dari STAI An Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo, mengatakan antusiasme jamaah mengikuti momentum Muktamar NU ke-35 sangat luar biasa. Menurut perkiraannya, sekitar 100 ribu jamaah turut menyemarakkan kegiatan muktamar yang menjadi salah satu agenda penting Nahdlatul Ulama tersebut.
“Tujuan kami ngalap berkah poro yai, poro alim muassis NU, untuk menjaga ukhuwah nasional,” ujar Dr. Atho, Sabtu (29/8/2026).
Bagi rombongan Yalal Wathon, kedatangan ke Jombang bukan sekadar menghadiri keramaian Muktamar NU. Mereka juga membawa misi untuk menjejak sejarah para alim ulama dan aulia yang memiliki peran besar dalam perjalanan Nahdlatul Ulama, khususnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU yang dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
“Misinya menjejak sejarah poro alim, poro auliya, utamanya pendiri NU Hadratussyaikh Romo Kiai Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang,” katanya.
Antusiasme tersebut juga terlihat dari asal jamaah yang datang. Dr. Atho menyebut peserta tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai penjuru Indonesia. Bahkan, sejumlah jamaah disebut datang dari Lampung dan daerah lain di luar Pulau Jawa.
Arus kedatangan jamaah dari berbagai daerah ini sekaligus memperlihatkan besarnya magnet Muktamar NU ke-35 di Jombang. Selain menjadi forum organisasi, momentum tersebut menjadi ruang silaturahmi warga Nahdliyin, memperkuat ukhuwah, serta mengenang jasa para muassis NU yang telah meletakkan fondasi perjuangan keumatan dan kebangsaan.
Bagi rombongan Yalal Wathon Sidoarjo, perjalanan ke Jombang menjadi momentum spiritual dan historis. Mereka berharap semangat yang dibawa para pendiri NU tetap hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi energi untuk menjaga persatuan dan ukhuwah nasional di tengah keberagaman Indonesia.( ibank)