Sabtu, 29 Agustus 2026

Sampaikan LPJ di Muktamar NU ke-35, Gus Yahya Akui Ada Kekurangan dan Mohon Maaf kepada Nahdliyin

Photo Author
- Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:16 WIB

Jombang, Nawacitapost.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan dalam Sidang Pleno II Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026).

Penyampaian LPJ tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru. Di hadapan para muktamirin yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, Gus Yahya tidak hanya memaparkan perjalanan kepengurusan PBNU selama lima tahun, tetapi juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan yang terjadi selama menjalankan amanah organisasi.

Gus Yahya mengatakan, lima tahun sebelumnya dirinya bersama jajaran pengurus menerima mandat untuk memimpin PBNU.

Kini, amanah tersebut harus dipertanggungjawabkan melalui laporan mengenai berbagai ikhtiar yang telah dilakukan selama masa kepengurusan.

“Lima tahun yang lalu kami menerima amanah ini. Sekarang saatnya kami mengembalikannya dengan laporan tentang apa yang telah kami kerjakan,” ujar Gus Yahya.

Menurut dia, selama menjalankan kepemimpinan PBNU, berbagai kebijakan dan langkah strategis telah ditempuh untuk menjawab perubahan zaman. Sejumlah program berkembang dan memberikan hasil positif, namun di sisi lain masih terdapat berbagai dinamika dan kekurangan yang perlu menjadi bahan evaluasi.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh unsur Nahdlatul Ulama, termasuk warga NU di tingkat akar rumput.

“Kami mohon maaf kepada Nahdlatul Ulama, kami mohon maaf kepada seluruh jam'iyah Nahdlatul Ulama, kami mohon maaf kepada warga Nahdlatul Ulama, kami mohon maaf kepada sejarah Nahdlatul Ulama,” katanya.

Ia menegaskan, berbagai capaian yang diraih PBNU selama periode kepengurusannya tidak dapat dilekatkan sebagai keberhasilan pribadi ataupun hanya hasil kerja jajaran pengurus pusat.

Menurut Gus Yahya, perkembangan organisasi merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan seluruh struktur NU, mulai dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga pengurus ranting.

“Ini bukan pencapaian personal. Bukan hasil kerja orang per orang, bahkan bukan hanya hasil kerja Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah, lembaga-lembaga NU, badan otonom, para kiai, masyayikh, kader, serta seluruh warga Nahdliyin yang selama ini ikut menopang perjalanan organisasi.

Dukungan tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dari berbagai program yang dijalankan selama lima tahun terakhir. Karena itu, LPJ yang disampaikan kepada muktamirin bukan dimaksudkan sebagai klaim keberhasilan, melainkan bentuk pertanggungjawaban atas ikhtiar bersama.

“Laporan ini bukan klaim atas keberhasilan. Ini adalah pertanggungjawaban atas ikhtiar, bahwa kami telah berikhtiar,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini