Jumat, 28 Agustus 2026

Garda Terdepan GKPI Membara: 300 Pelayan Jawa-Bali Siap Guncang 11 Wilayah

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:04 WIB

NAWACITAPOST.COM — Gelombang semangat pelayanan yang membara menyelimuti GKPI Jemaat Bekasi pada Selasa (25/8/2026). Institut Andar-Sutan (IAS) GKPI sukses menggelar pembinaan dramatis dan berskala besar bagi Penatua, Pengurus Harian Resort (PHR), dan Pengurus Harian Jemaat (PHJ) se-Wilayah XI (Jawa-Bali).

Mengusung tema agung "Melayani Dengan Sepenuh Hati" (Kolose 3:23), kegiatan marathon sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB ini dirancang khusus untuk menggembleng kesiapan pelayan dalam ibadah, perkunjungan, diakonia, hingga tata kelola organisasi dan keuangan.

Dalam ibadah pembukaan, Ketua Pengurus IAS, Pnt. Dr. Sahat HMT Sinaga, menegaskan urgensi pembekalan ini di hadapan ribuan pelayan.
 

"Ada lebih kurang 8000 orang penatua di seluruh Indonesia yang perlu penyegaran/dibekali pengetahuan dan pemahaman tentang pelayanan ibadah, agenda liturgi tata aturan organisasi, keuangan dan Renstra GKPI," ungkap Pnt. Dr. Sahat HMT Sinaga.
Fasilitator Pembinaan (ki-ka) Pdt.Dr.Anwar Tjen, Pdt.Dr.Humala Lumbantobing, Prof.Dr.Dearlina Sinaga dan Pnt.Dr. Sahat HMT Sinaga (Istimewa)
 
Empat sesi materi krusial disajikan secara tajam oleh para pakar dan pimpinan gereja:
  • Penatua Dalam Alkitab: Pdt. Dr. Humala Lumban Tobing (Bishop GKPI) menegaskan bahwa Penatua adalah ujung tombak atau garda terdepan dalam pelayanan di tengah-tengah jemaat.
  • Pengaturan Pelayan Gereja dalam TG dan PRT GKPI: Dipandu langsung oleh Pnt. Dr. Sahat HMT Sinaga.
  • Renstra GKPI dan Pengelolaan Keuangan: Diberikan oleh ahli manajemen gereja, Prof. Dr. Dearlina Sinaga.
  • Agenda Liturgi: Diberedah mendalam oleh Pdt. Dr. Anwar Tjen (Ketua Komisi Theologi GKPI).
Tak kurang dari 300 peserta yang melimpah dari Jawa Barat, Jakarta, hingga Banten memadati ruangan dengan antusiasme luar biasa. Diskusi berlangsung hidup, diwarnai respon pertanyaan kritis dan konstruktif dari para peserta sebelum ditutup dengan penyerahan sertifikat.

Langkah megah ini baru awal dari gerakan besar IAS ke depan.
 

"Pembinaan Penatua, PHR dan PHJ GKPI akan dilakukan juga di 11 Wilayah Pelayanan GKPI yang lain, baik di Kalimantan, Kepulauan Riau, dan Pulau Sumatera," pungkas Pnt. Dr. Sahat HMT Sinaga menatap ekspansi pembinaan pelayanan berikutnya.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini