NAWACITAPOST.COM— Suasana tenang menjelang fajar di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan mendadak mencekam pada Senin, 24 Agustus 2026. Jeritan histeris penghuni kos mengudara di tengah kepulan asap pekat yang merayap cepat menyergap kamar-kamar tidur. Kobaran api membakar habis bangunan kos dan tempat usaha fotokopi seluas 1.200 meter persegi, memicu kepanikan luar biasa di pemukiman padat tersebut.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan berpacu dengan waktu setelah menerima laporan pada pukul 03.20 WIB. Sebanyak 86 personel beserta 15 unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi untuk menaklukkan si jago merah. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 06.30 WIB.
"Saksi sekitar pukul 03.15 WIB mendengar suara teriakan kebakaran dari kos sebelah dan asap masuk ke dalam kamar kosnya," kata Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal.
Dua titik bangunan hangus tak berbekas. Hasil penyelidikan awal menunjukkan amukan api dipicu oleh gangguan kelistrikan di lantai bawah.
"Dugaan api terjadi dari bagian kos sebelah dari bagian bawah ruang mesin fotocopy," ungkap Asril. Ia menambahkan, "Objek yang terbakar rumah kos dan tempat usaha fotocopy dengan luas area 1.200 meter persegi. Dugaan penyebab fenomena listrik."
Amukan si jago merah menyisakan duka mendalam. Insiden Kebakaran di Kos-kosan Tebet Jaksel ini memakan lima korban: empat orang tewas menahan kepungan asap dan kobaran api, sementara satu penghuni lain menderita luka-luka.
Empat korban jiwa yang teridentifikasi dan dievaluasi yaitu Rini Astuti (68), Sugi Haryono (77), Reza Ponti Wicaksana (40), serta seorang pria penghuni kos yang belum diketahui identitasnya. Korban selamat atas nama Gabriel (25) dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Insiden tragis ini viral di media sosial usai diunggah akun Instagram @warungjurnalis yang menuliskan, "Kos-kosan dan ruko fotokopi terbakar di Tebet Jaksel, 4 orang meninggal dunia." Hingga kini, otoritas berwenang masih mendalami penyebab pasti kelistrikan serta menghitung total kerugian material akibat musibah tersebut.(***)
Artikel Terkait
Jeritan Pilu Bocah Dairi: Mengaku Disiksa Bibi Saat Ayah Dipenjara
Amukan Api Cengkeram Way Kambas: Petugas Berjibaku Tembus Gambut Menghadapi Dugaan Sabotase
Agus Sulistriyono: Idealisme Saja Tak Cukup Bayar Gaji, Bisnis Pers Harus Berubah
Lautan Api Ratakan Kampung Adat Sade Lombok, 129 Rumah Sasak Ludes
Skandal Penerimaan Maba Unsoed: KPK Bongkar Praktik Pemerasan Berkedok Jalur Mandiri