Senin, 24 Agustus 2026

Agus Sulistriyono: Idealisme Saja Tak Cukup Bayar Gaji, Bisnis Pers Harus Berubah

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 24 Agustus 2026 | 10:34 WIB

NAWACITAPOS.COM — Industri media berada di persimpangan jalan akibat pergeseran lanskap digital dan disrupsi ekonomi. CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menegaskan bahwa idealisme pers tidak akan mampu bertahan tanpa ditopang oleh model bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

"Ada satu kenyataan yang mungkin tidak nyaman untuk dibicarakan di kalangan pers: idealisme itu penting, tetapi idealisme saja tidak cukup untuk membayar gaji," tegas Agus Sulistriyono. Menurutnya, isu ini harus didiskusikan secara terbuka demi kelangsungan hidup jurnalisme.

Pengalihan alokasi anggaran iklan dari media konvensional ke platform digital seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga ke tangan para content creator dan influencer telah mengubah peta persaingan secara signifikan. Hal ini berdampak langsung pada kapasitas finansial berbagai perusahaan pers.
 

"Wartawan harus digaji. Editor harus digaji. Kantor, teknologi, server, liputan, perjalanan, semuanya membutuhkan biaya. Pers membutuhkan idealisme untuk tetap dipercaya. Tetapi perusahaan pers membutuhkan bisnis untuk tetap hidup," ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahaya laten yang mengintai apabila media gagal membangun kemandirian finansial.
 
"Media yang tidak mempunyai bisnis yang sehat justru lebih mudah kehilangan independensinya. Ketika pendapatan tidak cukup, selalu ada risiko bergantung kepada pemilik modal, pemerintah, pengiklan, kepentingan politik atau siapa pun yang bersedia membiayainya."

Untuk menjawab tantangan tersebut, Agus mendorong perusahaan media dan insan pers agar beradaptasi dengan membangun ekosistem digital yang lebih dinamis—menggabungkan kekuatan attention yang dimiliki kreator dengan trust yang menjadi fondasi utama jurnalisme.
 

"Masa depan pers karena itu bukan memilih antara idealisme atau bisnis. Tantangannya jauh lebih besar: bagaimana membuat idealisme menjadi fondasi bisnis yang berkelanjutan, tanpa pernah menjual idealismenya," tutup Agus Sulistriyono.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR: Wakil Rakyat Atau Debt Collector Pajak?

Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB