Senin, 24 Agustus 2026

Karena Kabut Asap Karhutla, Suara Klakson Riuh Saling Bersahut di Jalanan Kalsel

Photo Author
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:29 WIB
Kondisi Kalimantan Selatan yang dikepung kabut asap tebal imbas karhutla. (TikTok.com/@bloperr0)
Kondisi Kalimantan Selatan yang dikepung kabut asap tebal imbas karhutla. (TikTok.com/@bloperr0)

NAWACITAPOST.COM — Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengepung Pulau Kalimantan kian genting. Asap tebal abu-abu yang menyelimuti kawasan Landasan Ulin, Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), memangkas jarak pandang pengendara hingga tersisa hitungan meter dan memaksa ruang jalanan dipenuhi suara klakson yang riuh mencekam.

Jalanan yang biasa tenang berubah menjadi ajang saling sirine antar-pengendara demi menghindari tabrakan fatal. Kendaraan dari arah berlawanan bahkan baru terlihat secara mendadak saat jaraknya sudah terlampau dekat.

“Akhirnya klakson berguna di Kalimantan,” tulis pemilik akun TikTok @bloperr0 dalam unggahannya pada Jumat, 21 Agustus 2026.
 

Satu-satunya sinyal keberadaan kendaraan di tengah pekatnya asap kini bergantung pada suara. Upaya menyalakan penerangan utama pun tak banyak membantu di tengah situasi darurat ini.

“Minimal klaksonnya ini buat memberi tahu kalau ada orang lain di situ,” lanjutnya.

Ketegangan di jalanan ini memicu ragam saran dari netizen, mulai dari menyalakan lampu utama hingga hazard. Namun, pekatnya kabut asap terbukti menelan sorot cahaya kendaraan.
 
“Nyalain lampu sein biar kelihatan sama yang dibelakang,” tulis akun @ano*****s.
 

Menjawab komentar tersebut, pengunggah video menegaskan betapa butanya pandangan lalu lintas saat ini.

“Enggak kelihatan kecuali jarak semeter,” tulis pengunggah video.

Dramatisnya kondisi di lapangan sejalan dengan lonjakan ancaman Karhutla yang dicatat oleh pemerintah pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi lonjakan ribuan titik panas yang memicu kepulan asap pekat di seantero pulau.

“Berdasarkan data pemantauan terbaru dari Satelit NOAA-20 hingga Kamis, 20 Agustus 2026, sebaran hotspot atau titik panas di wilayah Kalimantan sebanyak 1.487 hotspot,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Kamis, 20 Agustus 2026.
 

Sejumlah wilayah mencatatkan angka yang mengkhawatirkan:
  • Kalimantan Tengah: 767 titik panas
  • Kalimantan Barat: 560 titik panas
  • Kalimantan Selatan: 74 titik panas
  • Kalimantan Timur: 74 titik panas
  • Kalimantan Utara: 3 titik panas
BNPB terus memperketat pemantauan intensif di seluruh zona rawan. Masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada otoritas daerah setempat jika menemukan titik api baru agar penanganan darurat dapat secepatnya dilakukan.(***)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini