Jumat, 21 Agustus 2026

Duh! Warga Banjarbaru Keluhkan Asap Pekat Karhutla Selimuti Jalan Raya: Kalau Laju Bahaya, Bisa Kecelakaan

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:41 WIB
Menyoroti viralnya penampakan asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti viralnya penampakan asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Instagram.com/@undercover.id)

NAWACITAPOST.COM— Ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mencekam di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kabut asap pekat kini menyelimuti area jalan raya di sejumlah wilayah, memicu kepungan udara beracun sekaligus ancaman fatal bagi para pengguna jalan.

Jarak pandang pengendara melorot drastis hingga tersisa 5 hingga 10 meter saja. Penampakan kabut asap parah yang membatasi penglihatan ini viral di media sosial usai diunggah akun Instagram @undercover.id pada Kamis (20/8/2026). Peristiwa ini tercatat sebagai dampak karhutla terparah, khususnya di kawasan Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, Pengayuan, hingga perbatasan Kabupaten Tanah Laut.

Guna menghindari potensi tabrakan beruntun di tengah pekatnya asap, para pengguna jalan terpaksa memangkas kecepatan kendaraan mereka.
 

"Ini sudah parah kabutnya, kalau laju bahaya, bisa kecelakaan," ujar Herman, salah satu warga sekaligus pengguna jalan di Banjarbaru, Rabu (19/8/2026).

Herman menyebut kondisi ini sebagai yang terburuk dalam sebulan terakhir dan mendesak adanya tindakan nyata. "Ini kan efeknya ke kesehatan kami pengguna jalan. Kalau bisa, ada tindakan segera supaya Karhutla ini bisa segera diatasi," tandas Herman.

Bahaya laten yang mengintai warga dan pengguna jalan ini turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Syamsir Rahman. Pihaknya mengonfirmasi bahwa pekatnya asap telah memangkas jarak pandang secara ekstrem dan membahayakan kesehatan masyarakat.

"Kabut asap ini sangat pekat. Jarak pandang hanya sekitar 5 sampai 10 meter saja," ujar Syamsir dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
 

Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, pejabat daerah mendesak warga untuk mengambil langkah perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan.

"Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya," imbau Syamsir.(***)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini