Minggu, 4 Oktober 2026

Innalillahi, Peserta Audax Jogja Meninggal Dunia Saat Ikuti Bersepeda Jarak Jauh

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:17 WIB
Screenshot unggahan Threads yang berisi kabar duka meninggalnya Astaria, peserta Audax Jogja 200. (Threads @vero******)
Screenshot unggahan Threads yang berisi kabar duka meninggalnya Astaria, peserta Audax Jogja 200. (Threads @vero******)

NAWACITAPOST.COM — Kabar duka menyelimuti dunia olahraga bersepeda. Seorang peserta kegiatan bersepeda jarak jauh Audax Jogja 200, Astaria, dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti ajang tersebut pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
 
Peristiwa memilukan ini memicu gelombang duka dan belasungkawa mendalam di kalangan komunitas pegowes.

Informasi mengenai gugurnya peserta Audax Jogja tersebut mencuat dan beredar luas di media sosial Threads. Salah satu ucapan duka disampaikan oleh akun @wahyu**** yang mengonfirmasi kabar berpulangnya almarhumah.
 

“Innalilahi wa innailaihi raji’un, Astaria (peserta audax 200) meninggal dunia,” tulis akun tersebut dalam unggahannya sembari mengajak publik memanjatkan doa untuk almarhumah.

Duka mendalam juga dirasakan oleh rekan sesama pesepeda, akun @anantha*****, yang menyampaikan rasa kehilangan begitu mendengar kabar duka tersebut.
 
Sementara itu, kenangan emosional diungkapkan oleh akun @vero******* yang mengaku sempat bertemu dan berinteraksi dengan Astaria dua hari sebelum ajang berlangsung, saat almarhumah tengah gigih berlatih demi menghadapi tantangan Audax 200 Jogja.

Dalam unggahannya, akun tersebut menuturkan bahwa mereka sempat merencanakan gowes bersama kembali usai event berakhir.
 
 
Namun, takdir berkata lain; janji tersebut tak pernah terwujud dan momen latihan itu menjadi pertemuan terakhir mereka.

Dugaan sementara yang beredar di media sosial menyebutkan insiden tragis ini berkaitan dengan masalah teknis pada rem sepeda yang dikendarai almarhumah.
 
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun penyelenggara untuk memverifikasi secara independen penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.

Audax sendiri merupakan format kegiatan bersepeda jarak jauh non-balapan yang menguji ketahanan fisik dan mental.
 
 
Audax Randonneurs Indonesia menjelaskan bahwa tantangan utama kegiatan ini terletak pada keberhasilan peserta menyelesaikan rute yang ditentukan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.

Untuk format BRM 200, lembaga internasional Audax Club Parisien telah menetapkan batas waktu penyelesaian secara ketat, yakni selama 13 jam 30 menit, dengan rute dan variasi jarak yang disesuaikan oleh penyelenggara lokal.

Kepergian Astaria menorehkan duka yang mendalam bagi seluruh komunitas pesepeda yang mengenalnya.
 
Berbagai ungkapan belasungkawa dan doa terus mengalir di media sosial, berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini