NAWACITAPOST.COM — Upaya pengungkapan kebenaran atas dugaan penyimpangan berat yang mengguncang Kota Padangsidimpuan membentur dinding tebal. Jalan terjal dan berliku kini dirasakan oleh PT Media Nawacita Indonesia saat berusaha menjalankan tugas jurnalistik yang mendasar: mencari kebenaran dan klarifikasi atas pengelolaan dana bencana serta validitas data korban.
Surat permohonan audiensi yang diajukan kepada Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan justru berakhir di lorong tanpa ujung—dijadikan bola lemparan yang tidak kunjung mendapatkan kepastian jawaban, seiring semakin menguatnya dugaan adanya permainan kotor di balik layar.
Dua Kali Mengajukan, Hampa Tanggapan
Berdasarkan catatan resmi, jejak upaya komunikasi ini telah dimulai sejak jauh hari. Surat permohonan pertama dikirimkan pada 19 Juni 2026, namun lenyap tanpa gema tanpa ada balasan maupun panggilan dari meja pimpinan dewan.
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam: Tribun VIP Drift Speed Fest Purwokerto Ambruk
Tak menyerah, pada 1 Juli 2026, surat audiensi kedua kembali diserahkan secara resmi. Namun nasibnya serupa. Hingga 28 Juli 2026, Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan belum memberikan satu pun pernyataan terbuka atau jadwal pertemuan yang jelas.
Ketika pihak media menindaklanjuti pada 20 Juli 2026, Sekretariat DPRD hanya melemparkan janji berulang: "Akan kami sampaikan kembali kepada Ketua DPRD."
Janji tersebut diduga menguap tanpa tindak lanjut dan ruang dialog. Pola ini semakin memperkuat dugaan bahwa pintu demokrasi di lembaga perwakilan rakyat tersebut sengaja ditutup rapat untuk menghalangi sorotan publik.
Di Balik Sikap Bungkam: Manipulasi Data dan Dana Menguap
Sikap tertutup ini terjadi di tengah badai kecurigaan yang memuncak. Laporan lapangan dan keluhan warga menyuarakan kegelisahan mendalam mengenai ketidakjelasan data korban banjir bandang tahun 2025.
Baca Juga: Guncangan di Bank Indonesia: Perry Warjiyo Resmi Lengser Setelah 7 Tahun Menjabat
Angka yang diajukan ke pemerintah pusat disinyalir berbeda dengan fakta di lapangan, penyaluran bantuan diduga tidak merata, dan pertanggungjawaban anggaran bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah terasa samar tanpa bukti fisik yang jelas. Sikap tertutup DPRD dinilai bukan sekadar kelalaian administrasi, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk membiarkan kebenaran terpendam.
Aktivis dan Warga Berteriak: KPK Harus Masuk
Gelombang protes kini bergema semakin keras. Aktivis kemanusiaan Rajes Simanungkalit bersama perwakilan warga berinisial E. Hasibuan menilai sikap menghindar ini sebagai petunjuk yang benderang.
"Ketika lembaga yang disebut rumah rakyat justru menutup pintu bagi pers yang mengawal aspirasi dan fakta, maka ada sesuatu yang sangat besar yang ditakuti untuk dibongkar. Ketidakjelasan data korban, bantuan yang hilang, dan surat yang diabaikan, semuanya membentuk satu pola konspirasi bungkam," tegas Rajes, Selasa (28/7/2026).
Rajes pun mendesak lembaga antirasuah untuk segera mengambil langkah tegas tanpa kompromi.
"Kami meminta KPK segera turun tangan, memeriksa jalur birokrasi yang buntu ini, dan membongkar apakah ada keterlibatan struktural dalam menutup-nutupi dugaan penyimpangan dana bencana dan manipulasi data di Padangsidimpuan," tambahnya.
Artikel Selanjutnya
Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Penjahat Jalanan Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di Jabar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Tags
Terkini
RDP Dugaan Keracunan MBG di DPRD Karo Memanas, Orang Tua Korban Histeris
Selasa, 8 September 2026 | 15:10 WIB Tragedi Asap di Ketapang, Orangutan Sempurna Gugur Usai Berjuang Melawan Sesak
Sabtu, 5 September 2026 | 09:01 WIB Usai Ramai Dikritik Penanganan Bencana, Viral Momen Gubernur Kalteng ke Lokasi Karhutla
Jumat, 4 September 2026 | 08:03 WIB Terjang Asap Pekat Kalimantan, Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Api Karhutla
Kamis, 3 September 2026 | 15:25 WIB Bupati Pangandaran Ungkap Detik-detik Menegangkan Saat Jembatan Gantung Pongpet Ambruk
Selasa, 1 September 2026 | 21:27 WIB Kepung Karhutla Sintang, Sekda Kartiyus Desak Menteri Kehutanan Turun Tangan Persenjataan Personel
Selasa, 1 September 2026 | 19:15 WIB Boy Thohir dan Hendropriyono Lepas Putra-Putri Terbaik Indonesia Menuju Tianjin University
Senin, 31 Agustus 2026 | 14:48 WIB Viral! Aksi Nekat Pengunjung Taman Safari Indonesia Buka Kaca Mobil di Area Harimau
Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:30 WIB Karena Kabut Asap Karhutla, Suara Klakson Riuh Saling Bersahut di Jalanan Kalsel
Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:29 WIB Usai Ngamuk Rusak Motor, Sopir Arogan di Bintaro Akhirnya Minta Maaf
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIB Melawan Pembingkaian Media, Saut MT Harahap Layangkan Hak Jawab dan Bantahan Kerusuhan Opini
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIB Padangsidimpuan Menjerit! Adnan Buyung dan Saut MT Bongkar Skandal Rapat Mewah DPRD
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:11 WIB Dugaan Pemborong Mengatur Uang Negara: Misteri Saut MT Harahap Bagi-Bagi Anggaran
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:53 WIB Skandal Ratusan Miliar: Konspirasi Empat Elemen Pemda Padangsidimpuan Manipulasi Bantuan Bencana
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:28 WIB Misteri Bantuan Presiden Rp4 Miliar Padangsidimpuan: Dulu Sebut Diposkan 4 Dinas, Saut Harahap Kini Membelot Jadi Orator Aksi
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIB Hanya Dapat Telur-Kacang Hijau, Korban Bencana Padangsidimpuan Pertanyakan Ratusan Miliar Bantuan
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:41 WIB Dulu Garda Depan Pemko, Kini Saut MT Harahap Pimpin Aksi Unjuk Rasa
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:18 WIB Misteri Senjata Api Polisi: Kejanggalan Memar Tubuh dan Pesan Winda Lorenza Curhat pada Sahabat
Senin, 10 Agustus 2026 | 16:01 WIB Misteri Dana Bantuan Presiden: Korban Banjir Padangsidimpuan Menjerit, Ratusan Miliar Diduga Menguap
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:12 WIB Disahkan Cepat, Pengesahan APBD Padangsidimpuan 2025 Diduga Janggal dan Simpan Misteri
Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:42 WIB
Artikel Terkait
Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Penjahat Jalanan Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di Jabar
Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
Revolusi Lingkungan KDM: Pendidikan di Jabar Wajib Memungut dan Memilah Sampah!
Tragedi Main Hakim Sendiri di Bali: Kementerian HAM Turun Tangan Usut Tuntas!
Curhat Korban Pencabulan Oknum Guru dan Suaminya saat Bertemu Wali Kota Tanjungbalai: Masih Pengin Sekolah